Select Page

Penelitian mengenai dinamika mixed marriage atau perkawinan campuran antara orang Indonesia dan warga Jepang menjadi perhatian tim peneliti dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia. Melalui dukungan Sumitomo Foundation Grant, penelitian bertajuk “Mix Marriage Orang Indonesia di Jepang dilaksanakan secara intensif pada 3-13 Juli 2026 di sejumlah wilayah Jepang, meliputi Tokyo, Yokohama, Ibaraki, dan daerah sekitarnya.

Penelitian ini dipimpin oleh Yuherina Gusman, S.IP., M.A., Ph.D., Dosen dan Kepala Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia, bersama tim peneliti Firman Budianto dari Waseda University dan Azis Malik dari PAHAM Indonesia. Riset ini berupaya memahami secara lebih dekat pengalaman, dinamika kehidupan, serta berbagai aspek sosial yang dihadapi pasangan perkawinan campuran Indonesia-Jepang dalam kehidupan merekadi Jepang.

Lebih dari sekadar melakukan wawancara dan mengumpulkan data, penelitian ini memberikan pengalaman lapangan yang mempertemukan perspektif akademik dengan realitas kehidupan masyarakat. Tim peneliti secara langsung hadir di berbagai lokasi untuk berinteraksi dengan narasumber, menggali cerita dan pengalaman mereka, serta merasakan secara langsung lingkungan sosial tempat komunitas Indonesia menjalani kehidupan sehari-hari.

Merasakan Jepang, Memahami Indonesia

Pengambilan data di Jepang juga menjadi kesempatan bagi tim peneliti untuk merasakan Jepang secara langsung. Mobilitas antar lokasi, interaksi dengan masyarakat, suasana perkotaan maupun lingkungan komunitas, serta pengalaman keseharian menjadi bagian penting dalam proses memahami konteks penelitian.

Menariknya, perjalanan penelitian ini juga mempertemukan tim dengan nuansa Indonesia yang tetap terasa di tengah kehidupan Jepang melalui kunjungan dan pengalaman menikmati hidangan Indonesia di Amanah Halal Mart and Restaurant dan Bali Kuta Cafe. Kehadiran tempat kuliner Indonesia tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana identitas, budaya, dan kebutuhan komunitas Indonesia tetap hidup dan berkembang di Jepang.

Bagi tim peneliti, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penelitian tentang perkawinan campuran tidak dapat dilepaskan dari konteks kehidupan sehari-hari, termasuk makanan, komunitas, identitas budaya, serta cara individu dan keluarga membangun kehidupan di lingkungan lintas negara.

Dengan demikian, proses penelitian tidak hanya berlangsung melalui instrumen akademik, tetapi juga melalui pengamatan langsung dan pengalaman sosial di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kehidupan orang Indonesia yang menjalani perkawinan dengan warga Jepang.

Memperluas Jejaring Akademik ke Soka University

Di sela-sela kegiatan pengumpulan data, tim peneliti juga melakukan kunjungan akademik ke Soka University. Dalam kunjungan tersebut, tim didampingi oleh Dr. Kurniawaty Iskandar, S.Sos., M.A., Dosen Kajian Wilayah Jepang Universitas Indonesia.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kerja sama institusional antara Universitas Al-Azhar Indonesia dan Soka University.

Dalam pertemuan tersebut, tim bertemu dengan Prof. Kazuo Kobayashi, Dekan Graduate School of Letters, Soka University. Diskusi berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dengan membahas berbagai kemungkinan kolaborasi ke depan, termasuk peluang pengembangan kerja sama akademik, penelitian, serta kegiatan ilmiah antara Soka University dan Universitas Al-Azhar Indonesia.

Pertemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian di luar negeri dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan hubungan akademik dan institusional. Penelitian lapangan tidak hanya menghasilkan data untuk kepentingan ilmiah, tetapi juga membuka ruang dialog dan jejaring baru bagi pengembangan kerja sama antar universitas.

Keikutsertaan dalam Sumitomo Foundation Grant dan kunjungan akademik ke Soka University menjadi bagian dari langkah Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia dalam memperluas internasionalisasi pendidikan, penguatan kapasitas riset, dan kerjasama global, sekaligus memperkuat posisi Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia sebagai bagian dari komunitas akademik yang aktif mengkaji berbagai fenomena sosial dan hubungan antarnegara di kawasan Asia.