Select Page

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI) Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., mengajak mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) mempersiapkan kompetensi untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), otomasi, ekonomi hijau, dan platform digital. Pesan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pada rangkaian hari keempat PKKMB UAI 2026 pada Sabtu, 19 September 2026 di Auditorium Lantai 3 UAI.

Prof. Yassierli menekankan bahwa perkembangan AI tidak serta-merta menggantikan peran manusia. Menurutnya, kemampuan seperti judgment, decision making, dan hal-hal yang bersifat intuitif tetap memiliki peran penting. “Dia (AI) tidak akan bisa menggantikan manusia 100%,” tegas Menaker RI.

Menteri Ketenagakerjaan juga menyampaikan bahwa selain penguasaan teknologi, kompetensi mahasiswa dapat dibangun melalui pengalaman praktik, magang, sertifikasi, organisasi, dan berbagai kegiatan pengembangan diri. Kompetensi di bidang AI, analisis data, akuntansi, dan bahasa Inggris juga perlu dilengkapi dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta membangun jejaring.

Prof. Yassierli juga mendorong mahasiswa mengembangkan pola pikir inovatif dengan melihat persoalan di sekitar sebagai peluang untuk menghasilkan solusi. Proses tersebut dapat dimulai dengan mengamati permasalahan, menggali wawasan, mengembangkan ide, hingga menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Karier adik-adik itu dimulai bukan saat lulus, tapi karier adik-adik itu dimulai dari sekarang,” ujarnya.

Orasi ilmiah tersebut menjadi bagian dari pembekalan PKKMB UAI 2026 yang mengusung tema “Basic Mentality Qurani, GenFAST Personality”. Melalui pembekalan ini, mahasiswa baru mendapatkan perspektif mengenai kompetensi yang perlu dibangun sejak masa perkuliahan sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang terus berubah.