Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda ke-34 Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Kamis, 22 Oktober 2026. Mengangkat tema membangun generasi berilmu dan berakhlak melalui ketahanan keluarga, Wihaji mengajak para lulusan membangun ketahanan diri dan keluarga dalam menghadapi perubahan zaman.

Dalam orasinya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengapresiasi UAI atas perannya dalam mempersiapkan generasi muda untuk membangun keluarga dan berkontribusi bagi Indonesia. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam negara sehingga upaya meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

“Kalau mau memperbaiki negara, perbaiki dari keluarga,” ujar Wihaji di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Wihaji juga menyoroti perubahan peradaban yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Menurutnya, kecerdasan artifisial (AI) semakin memudahkan masyarakat mengakses pengetahuan. Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring dan mengolah informasi secara kritis agar mampu beradaptasi dan menghadapi persaingan.

Selain itu, Wihaji mengingatkan pentingnya menggunakan telepon genggam dan media sosial secara bijak. Kebiasaan mengonsumsi konten digital, jelasnya, dapat memengaruhi pola pikir seseorang. Penggunaan teknologi pun perlu dikendalikan agar memberikan dampak positif bagi kehidupan.

Dalam sesi orasi ilmiah, Wihaji berinteraksi langsung dengan wisudawan untuk membahas rencana mereka setelah lulus, mulai dari memasuki dunia kerja hingga melanjutkan pendidikan. Pada kesempatan tersebut, ia menawarkan kesempatan kerja kepada salah seorang wisudawan dan memberikan bantuan pembiayaan studi S2 hingga selesai kepada wisudawan lainnya sebagai dukungan terhadap pengembangan karier dan pendidikan lulusan UAI.

Menutup orasinya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengajak para lulusan untuk tetap optimistis menghadapi masa depan Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya bersyukur atas kesempatan menempuh pendidikan tinggi serta memanfaatkan ilmu dan pengalaman selama kuliah untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.