Bagi Aranda Ilham Zubair, S.T., meraih predikat wisudawan terbaik tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik. Lulusan Program Studi Teknik Elektro Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) ini menjalani masa kuliah dengan beragam aktivitas, mulai dari perkuliahan, organisasi, kompetisi, hingga penelitian dan publikasi ilmiah. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya meraih predikat Wisudawan Terbaik dan Berprestasi Universitas pada Wisuda ke-34 UAI di Ballroom Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026. Atas pencapaian tersebut, Aranda mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah Umrah gratis dari UAI.

Di balik pencapaiannya, dukungan kedua orang tua menjadi motivasi utama Aranda untuk menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), ia memandang kesempatan menempuh pendidikan tinggi sebagai amanah yang harus dijaga melalui kedisiplinan dan tanggung jawab. “Bagi saya, keberhasilan ini bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan juga bentuk tanggung jawab dan upaya untuk membanggakan kedua orang tua,” ungkap Aranda.

Perjalanan kuliah Aranda tidak selalu mudah. Ia harus membagi waktu antara menyelesaikan tugas perkuliahan, aktif berorganisasi, mengikuti kompetisi, serta menjalani penelitian dan publikasi ilmiah. Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, ia belajar bahwa konsistensi tidak berarti memaksakan diri tanpa henti. Ada kalanya ia perlu beristirahat, mengevaluasi keadaan, dan kembali melanjutkan langkah dengan semangat yang lebih baik. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya dalam menghadapi berbagai tantangan selama kuliah.

Kesungguhannya dalam mengembangkan diri tercermin melalui sejumlah pencapaian. Aranda meraih juara pertama dalam Pekan Inovasi Nasional 2025 serta kompetisi Product Innovation dalam Exhibition & Seminar on Science, Art & Creative Technology (EXSACT-A) 2025. Di bidang penelitian, Aranda terlibat dalam publikasi ilmiah internasional yang diterbitkan melalui IEEE, termasuk penelitian pengolahan sinyal audio dan pengembangan sistem pengenalan objek berbasis augmented reality bagi penyandang tunanetra. Selain itu, ia menghasilkan empat karya yang tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Pengalaman belajar Aranda turut berkembang di luar lingkungan kampus. Pada 2024, ia mengikuti program pertukaran pelajar virtual di Asia University, Taiwan, dengan fokus pada kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan desain web. Ia kemudian menjalani magang di divisi Research and Development PT Pasifik Satelit Nusantara dari Agustus 2025 hingga Februari 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia terlibat dalam pengembangan dan pengujian teknologi antena serta sistem komunikasi satelit. Selama kuliah, Aranda juga aktif dalam organisasi mahasiswa, menjadi asisten praktikum dan mentor, serta terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Di antara berbagai aktivitas tersebut, Aranda membangun kebiasaan mencatat materi perkuliahan secara terstruktur dan menyusunnya ke dalam sebuah website. Awalnya, kebiasaan ini membantunya mengingat dan memahami kembali materi yang telah dipelajari. Seiring waktu, catatan tersebut juga menjadi sumber belajar bagi mahasiswa tingkat bawah yang mengalami kesulitan memahami mata kuliah tertentu. Baginya, proses belajar tidak berhenti ketika materi berhasil dipahami, tetapi dapat berlanjut melalui berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Aranda berencana memasuki dunia profesional untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajarinya. Ia juga berencana melanjutkan pendidikan melalui Program Profesi Insinyur dan jenjang magister. Predikat wisudawan terbaik yang diraihnya menjadi salah satu pencapaian dalam perjalanan tersebut, sekaligus menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.