Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya tercermin dalam ikrar persatuan pada 1928, tetapi juga dalam tanggung jawab generasi muda merawat demokrasi. Perspektif tersebut disampaikan oleh Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Dr. Heri Herdiawanto, S.Pd., M.Si., sebagai narasumber Seminar Nasional ke-27 Forum Komunikasi Dekan FISIP/Ketua STISIP Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia (FK-DKISIP) yang berlangsung secara daring pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Melalui materi Spirit Sumpah Pemuda: Mahasiswa dan Marwah Demokrasi, Heri mengaitkan semangat persatuan pada 1928 dengan tanggung jawab generasi muda dalam kehidupan demokrasi saat ini. Ia menjelaskan bahwa persatuan tidak menuntut keseragaman, melainkan kemampuan mengelola perbedaan demi kepentingan bersama. Semangat tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk mendorong perubahan yang positif sekaligus menjaga karakter, akhlak, dan etika dalam kehidupan berbangsa.
Dalam pembahasannya, Dr. Heri menyoroti pentingnya memahami demokrasi secara substantif, bukan hanya melalui penyelenggaraan pemilihan umum. Demokrasi yang bermartabat membutuhkan supremasi hukum, kebebasan sipil, akuntabilitas kekuasaan, dan integritas informasi. “Pemilu penting, tetapi demokrasi tidak berhenti di bilik suara,”tegas Dr. Heri. Ia juga menekankan peran mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, menyuarakan kepentingan masyarakat, dan mengkritisi kebijakan. Mahasiswa juga dapat berpartisipasi dalam upaya pengawasan pemilu sesuai ketentuan yang berlaku.
Heri turut menguraikan pentingnya membangun budaya kritik yang bertanggung jawab di kalangan mahasiswa. Kritik perlu didasarkan pada pemeriksaan fakta, pemahaman terhadap akar persoalan, disertai solusi yang terukur serta disampaikan secara damai. Di ruang digital, ia mengingatkan pentingnya tabayyun, yakni memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Sikap tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab mahasiswa dalam menjaga kualitas diskusi publik dan mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan.
Partisipasi Dr. Heri Herdiawanto dalam seminar nasional ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi UAI dalam mendorong diskusi mengenai peran mahasiswa dalam merawat demokrasi.


