Kemandirian bangsa menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan mampu menghadapi tantangan zaman. Gagasan ini diangkat dalam peringatan 16 tahun Aliansi Kebangsaan bertema “Merdeka dengan Membangun Kemandirian Bangsa” di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yang dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. Widodo Muktiyo.
Aliansi Kebangsaan merupakan organisasi yang berdiri pada 28 Oktober 2010 dengan perhatian pada pengembangan kehidupan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila. Peringatan ini menjadi ruang pembahasan mengenai upaya mewujudkan cita-cita nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Peringatan tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., Kepala Perpustakaan Nasional RI; Prof. Yudi Latif, Ph.D., Ketua Yayasan Nabil; dan Pontjo Sutowo, Ketua Umum Aliansi Kebangsaan. Acara ini juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Dr. Martin Sinaga.
Dalam kegiatan tersebut, Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, berinteraksi dengan para hadirin dari kalangan akademisi dan tokoh organisasi kebangsaan. Kehadiran UAI dalam pertemuan ini menjadi bagian dari partisipasi perguruan tinggi dalam mengikuti perkembangan pemikiran mengenai kemandirian bangsa dan arah pembangunan Indonesia.
Dalam forum tersebut, kemandirian bangsa dibahas melalui tiga ranah yang saling berkaitan, yaitu tata nilai dalam ranah mental-kultural, tata kelola dalam ranah institusional-politikal, serta tata sejahtera dalam ranah material-teknologikal. Ketiganya menyoroti pentingnya pembentukan karakter masyarakat, penguatan tata kelola kelembagaan, serta peningkatan kesejahteraan melalui kemajuan material dan teknologi.
Pembahasan juga menekankan kemandirian intelektual dan peran kaum cendekiawan dalam merespons persoalan bangsa. Gagasan ini tercermin dalam ajakan “Berpikir Merdeka, Bersikap Merdeka, Bertindak Merdeka”, yang mendorong pemikiran kritis dan partisipasi aktif dalam kehidupan kebangsaan.
Bagi UAI, pembahasan dalam forum ini relevan dengan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berpengetahuan dan berkarakter. Melalui pendidikan serta pengembangan ilmu pengetahuan, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang mampu merespons tantangan zaman dan mendukung kemajuan Indonesia.





