Perkembangan ancaman siber menjadi tantangan bagi organisasi dalam menjaga keamanan informasi dan keberlangsungan sistem digital. Isu ini juga relevan bagi perguruan tinggi, termasuk Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), dalam mencermati risiko keamanan digital yang terus berkembang.
Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menghadiri Doctor Web Executive Cybersecurity Dinner pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Plataran Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Doctor Web ini turut dihadiri Boris Sharov, CEO Doctor Web, Ltd.; Fanky, perwakilan APTIKNAS; Ir. Soegiharto Santoso, Ketua APTIKNAS; Tri Wahyudi, Director of Applications di Kementerian Ekonomi Kreatif; Andi Tanudiredja dari APTIKNAS; serta perwakilan PT Pacific Tech.
Doctor Web merupakan perusahaan keamanan siber asal Rusia yang mengembangkan perangkat lunak antivirus dengan merek Dr.Web. Pengembangan teknologi antivirusnya telah berlangsung sejak 1992, dengan solusi yang mencakup perlindungan terhadap malware dan berbagai ancaman digital bagi pengguna individu maupun organisasi.
Forum tersebut membahas perkembangan ancaman siber, mulai dari ransomware dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) oleh pelaku kejahatan siber hingga teknik serangan yang terus berkembang. Diskusi juga mencakup pendekatan perlindungan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapan organisasi di tengah kompleksitas ancaman digital.
Dalam kegiatan ini, Rektor UAI bertukar pandangan dengan para eksekutif dan praktisi di bidang teknologi informasi dan keamanan siber. Diskusi tersebut menjadi ruang untuk mencermati tantangan keamanan informasi yang dihadapi berbagai organisasi serta pendekatan yang dapat digunakan untuk mengantisipasi risiko siber.
Partisipasi UAI dalam forum ini menjadi ruang untuk mengikuti perkembangan ancaman siber dan pendekatan perlindungan sistem informasi. Wawasan tersebut relevan bagi perguruan tinggi dalam mencermati kebutuhan perlindungan informasi dan sistem digital di lingkungan pendidikan tinggi.


