Kemampuan menyusun proposal ilmiah yang kompetitif menjadi salah satu bekal penting bagi dosen dalam mengembangkan penelitian. Seiring dengan perkembangan teknologi, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) juga membuka peluang untuk mendukung proses penyusunan rancangan penelitian secara lebih sistematis.

Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan lokakarya penulisan proposal ilmiah berbasis AI pada Kamis, 5 November 2026, di Ruang 317 C, UAI. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset UAI 2026 Seri 1 yang didukung pendanaan sebesar Rp45 juta dari Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

UAI mengajukan proposal hibah tersebut pada 10 Juli 2026 melalui sistem Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Pengumuman kelulusan disampaikan pada 7 Oktober 2026. Melalui program ini, UAI merancang dua kegiatan utama, yaitu Lokakarya Penulisan Proposal Ilmiah Berbasis AI dan Lokakarya Metodologi Penelitian. Kedua kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif serta memahami penerapan metodologi penelitian secara tepat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I UAI, Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D.; Kepala Lembaga Penelitian, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat (LPIPM) UAI, Dr. rer. nat. Yunus Effendi, S.Pd., M.Si., M.Sc.; Deputi Penelitian dan Publikasi LPIPM UAI, Dr. Randa Manik Sunwantari, M.Si.; anggota LPIPM UAI; serta sivitas akademika lainnya. Lokakarya diikuti oleh sekitar 40 dosen UAI dan menghadirkan Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D., Guru Besar Ilmu Manajemen Pemasaran Universitas Negeri Jakarta, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Prof. Usep Suhud membahas pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam penyusunan proposal penelitian secara sistematis. Salah satu materi yang diperkenalkan adalah penggunaan AI dalam membangun kerangka penelitian, mulai dari menentukan variabel, menyusun hubungan antarvariabel, hingga merumuskan hipotesis. Ia juga memperagakan pemanfaatan AI untuk membantu menelaah artikel ilmiah terindeks Scopus, menyusun deskripsi variabel, serta mengembangkan kerangka penelitian menjadi bagian pendahuluan proposal.

Selain penyusunan kerangka penelitian, Prof. Usep turut membahas aspek metodologi, khususnya teknik pengumpulan data dan penentuan responden. Dalam sesi tersebut, ia menjelaskan pengumpulan data secara in situ, yaitu di lokasi penelitian, dan ex situ, yakni di luar lokasi penelitian. Ia juga mengulas penggunaan jasa penyedia panel responden (panel provider) untuk membantu proses penyebaran kuesioner, termasuk pertimbangan jumlah responden dan waktu pengumpulan data.

Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai pemanfaatan AI, penyusunan instrumen penelitian, pengumpulan data, hingga proses validasi. Sesi ini memberikan kesempatan bagi dosen untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan teknologi AI dalam berbagai tahapan penyusunan proposal ilmiah.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UAI, Prof. Taufiq Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., mengajak para dosen untuk terus meningkatkan semangat dan produktivitas penelitian. Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan AI dapat dikembangkan tidak hanya dalam penyusunan proposal, tetapi juga untuk mendukung penulisan artikel ilmiah dan buku. Menurutnya, manfaat teknologi tersebut bergantung pada cara peneliti menggunakannya dalam menunjang kegiatan akademik.

Sementara itu, Kepala LPIPM UAI, Dr. rer. nat. Yunus Effendi, S.Pd., M.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan bagian dari rangkaian Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset UAI 2026. Program tersebut dirancang untuk membantu dosen mempersiapkan proposal penelitian, khususnya dalam menghadapi pembukaan pendanaan BIMA/DPPM tahun 2027. Ia juga menyampaikan bahwa program akan berlanjut ke Seri 2 yang berfokus pada metodologi penelitian dan praktik penggunaan AI, serta pendampingan melalui program coaching proposal agar peserta dapat mengembangkan rancangan penelitian menjadi proposal yang siap diajukan pada skema pendanaan.

Melalui program tersebut, UAI mendorong peningkatan kapasitas dosen dalam menyusun proposal penelitian yang lebih kompetitif. Rangkaian lokakarya dan pendampingan yang disiapkan juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya penelitian yang kolaboratif, memperkuat tata kelola riset, serta mendorong pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.