Bogor, 5 November 2026 – Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Nabila Aulia Nisa, berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan JAPFA Scholars Summit 2026 yang diselenggarakan oleh JAPFA bersama Yayasan Edu Farmers International pada 3-5 November 2026 di JAPFA The Learning Center (JTLC), Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengalaman berharga sebagai penerima Beasiswa JAPFA untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mengembangkan kapasitas diri sebagai generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Mengusung tiga tema utama, yaitu Connect, Create & Celebrate, dan Explore, JAPFA Scholars Summit 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendorong pengembangan potensi, kolaborasi, kreativitas, serta kepemimpinan para penerima beasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pada hari pertama, peserta mengikuti berbagai kegiatan networking session, outbound, dan capacity building yang memberikan kesempatan untuk membangun relasi dengan sesama penerima beasiswa dari berbagai latar belakang akademik. Kegiatan ini turut mempertemukan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Brawijaya (UB). Bagi Nabila, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk bertukar perspektif, memperluas koneksi lintas universitas, serta belajar dari pengalaman dan potensi mahasiswa dengan bidang keilmuan yang beragam.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Welcoming Ceremony & Graduation, serta Showcase Nasional yang menampilkan sembilan finalis Proyek Aksi Nusantara Cohort 2025. Berbagai inovasi dan inisiatif yang dipresentasikan memberikan gambaran nyata bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Gagasan sederhana yang berangkat dari permasalahan di sekitar masyarakat dapat berkembang menjadi sebuah program yang memberikan dampak berkelanjutan, termasuk dalam mendorong ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu sesi yang turut memberikan wawasan baru adalah talkshow bertema “Future Ready: Skills, Career & Real Stories from JAPFA Professionals”. Melalui sesi ini, Nabila memperoleh perspektif mengenai kesiapan menghadapi dunia kerja, pengembangan keterampilan, serta pentingnya mengenali potensi diri di tengah dinamika dunia profesional. Pengalaman dan cerita langsung dari para profesional JAPFA juga memberikan gambaran bahwa perjalanan karier membutuhkan kemampuan beradaptasi, kemauan untuk terus belajar, serta keberanian dalam mengambil peluang.

Sebagai mahasiswa Gizi, pengalaman tersebut menjadi relevan dalam memperluas pandangannya terhadap peran ilmu gizi yang tidak hanya terbatas pada aspek kesehatan dan pangan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan keberlanjutan, inovasi, industri pangan, dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini membuka perspektif baru mengenai luasnya peluang kontribusi lulusan Gizi dalam menjawab berbagai tantangan di masa depan.

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari ketiga melalui Farm Escape: Explore the Farm, Experience the Impact. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat aktivitas dan ekosistem pertanian serta memahami keterkaitan antara proses produksi, pangan, dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat.

Bagi Nabila, JAPFA Scholars Summit 2026 bukan sekadar pertemuan antarpenerima beasiswa, melainkan ruang untuk bertumbuh, bertukar gagasan, dan menemukan perspektif baru. Ia berharap pengalaman serta relasi yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan diri, baik dalam perjalanan akademik maupun kontribusi di lingkungan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menciptakan perubahan. Hal yang paling berkesan adalah melihat bagaimana berbagai gagasan dan langkah kecil yang diinisiasi oleh anak muda dapat berkembang menjadi sesuatu yang berdampak bagi masyarakat. Selain itu, bertemu dan bertukar pikiran dengan mahasiswa dari berbagai universitas memberikan saya perspektif baru tentang bagaimana setiap bidang keilmuan memiliki peluang untuk saling berkolaborasi. Saya juga semakin memahami bahwa untuk memberikan kontribusi yang berarti, kita perlu terus belajar, berani berkolaborasi, dan terbuka terhadap berbagai perspektif,” ungkap Nabila.

Keikutsertaan dalam JAPFA Scholars Summit 2026 menjadi salah satu pengalaman bermakna dalam perjalanan Nabila sebagai mahasiswa Gizi UAI sekaligus penerima Beasiswa JAPFA. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus bertumbuh, mengembangkan kompetensi, serta membawa semangat kolaborasi dan kebermanfaatan dalam setiap langkah ke depannya.