Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) meresmikan asrama dan rumah Al-Qur’an di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu, 2 September 2026. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa penerima beasiswa UAI, termasuk penerima beasiswa hafizh Al-Qur’an dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Selain menjadi tempat tinggal, fasilitas ini dirancang untuk mendukung pembinaan mahasiswa dalam aspek akademik, keislaman, dan sosial.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Wakil Rektor I Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., Wakil Rektor II Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., Para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni UAI, serta Kolonel (Purn) H.M. Soleh, S.H., M.H., selaku Ketua RW 08 Kebayoran Lama Selatan sekaligus Ketua DKM Masjid Ar-Rahmah.
Peresmian asrama dan rumah Al-Qur’an ditandai dengan pemotongan pita oleh Rektor yang didampingi jajaran pimpinan UAI dan Ketua RW 08. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pemanfaatan fasilitas asrama bagi mahasiswa UAI penerima beasiswa.
Dalam sambutannya, Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dan masyarakat sekitar dalam mendukung keberadaan asrama dan rumah Al-Qur’an. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya agar fasilitas yang berada di tengah lingkungan masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas. “Tempatnya akan dijadikan sebagai asrama dan rumah Al-Qur’an, sehingga ini betul-betul menjadi sarana yang sangat strategis, menjadi momen yang sangat penting,” ujar beliau.
Wakil Rektor II UAI, Dr. Yusup Hidayat, menjelaskan bahwa keberadaan Rumah Qur’an menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan mahasiswa. Pembinaan tersebut mencakup penguatan aspek spiritual, karakter, kemampuan sosial, dan keagamaan, sekaligus mendorong mahasiswa untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. “Hal ini sejalan dengan konsep UAI sebagai kampus berdampak yang mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan masyarakat”, tutur Dr. Yusup.
Sementara itu, Kolonel (Purn) H.M. Soleh, S.H., M.H., menyambut baik keberadaan asrama dan rumah Al-Qur’an di lingkungan tersebut. Ia mendorong mahasiswa untuk turut berperan dalam menghidupkan kegiatan keagamaan dan memakmurkan masjid. “Masjid ini perlu anak-anak muda, seperti pemikir, yang nanti perlu untuk bisa memeriahkan, memakmurkan masjid kita ini,” katanya.
Asrama dan rumah Al-Qur’an menjadi ruang bagi UAI untuk menjalankan pembinaan mahasiswa sekaligus membangun interaksi dengan masyarakat di sekitar. Kehadiran mahasiswa di lingkungan tersebut juga diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat.








