Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan festival tahunan kebudayaan bertajuk Communication Multicultural Festival (Comufest) 2025. Acara yang dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025 ini mengusung tema “Jelajah Warna Nusantara: Kenali Budaya, Warnai Rasa!”. Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya yang bertujuan mengajak mahasiswa menjelajahi kekayaan budaya Nusantara yang beragam dan terikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAI, Dr. Damayanti Wardyaningrum, S.E., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi S1, Dr. Nanang Haroni, S.Ag., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi S2, Dr. Des Hanafi, S.H., M.H., M.Si., para dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya, serta mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UAI.
Comufest 2025 diawali dengan pawai budaya yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UAI. Para peserta mengenakan kostum tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Pawai dimulai dari Tangga Merah, melintasi Gerbang Masjid Agung Al-Azhar dan perempatan halte Masjid Agung, kemudian berakhir di Auditorium UAI Lantai 3.
Sambutan Dekan FISIP UAI
Acara secara resmi dibuka dengan sambutan Dekan FISIP UAI, Dr. Damayanti Wardyaningrum, S.E., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa Comufest tahun ini dipersiapkan dengan sangat serius, yang terlihat dari detail kostum hingga proses persiapan acara. “Kita masih memiliki nilai-nilai yang menjadi pedoman hidup di tengah derasnya arus budaya asing, mulai dari K-Pop hingga manga, serta pengaruh media sosial dengan berbagai informasi budaya baru,” ujar Dekan FISIP. Beliau mengingatkan bahwa Comufest bukan hanya tentang makanan atau pakaian adat, tetapi juga tentang keberagaman saudara sebangsa yang menjadikan kehidupan lebih berwarna, penuh tantangan, dan menuntut toleransi yang semakin besar.
Kemeriahan Comufest 2025
Kemeriahan Comufest 2025 tampak dari antusiasme peserta yang mengenakan busana khas berbagai suku di Indonesia, ragam stand booth budaya yang ditampilkan, serta penampilan seni yang memukau. Mahasiswa mempersembahkan berbagai pertunjukan budaya, mulai dari tari, nyanyian, hingga drama, yang menampilkan budaya suku Asmat, Bali, Batak, Aceh, Toraja, Bugis, Minangkabau, Dayak, Betawi, Maluku, dan ditutup dengan penampilan dari suku Sunda.
Selain pertunjukan seni, setiap kelompok budaya juga membuka stand booth yang menampilkan kekhasan budaya masing-masing. Stand-stand tersebut ramai dikunjungi oleh tamu undangan dan dosen yang turut melihat serta mengapresiasi produk budaya yang dipamerkan.
Comufest 2025 ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, yang meliputi kategori best booth, best performance, dan best group. Penghargaan best booth diraih oleh tim Suku Aceh, best performance oleh tim Suku Bali, dan best group oleh tim Suku Dayak.
Perayaan multikulturalisme budaya lokal Indonesia melalui Comufest 2025 menegaskan komitmen Universitas Al-Azhar Indonesia dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan nilai toleransi di kalangan sivitas akademika.
Program Studi Ilmu Komunikasi UAI adalah tempat yang tepat untuk kamu yang ingin mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, dan kepekaan terhadap keberagaman budaya. Yuk, daftar sekarang di penerimaan.uai.ac.id!











