Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Prof. Dr. Dewi Elfidasari, S.Si., M.Si., menjadi narasumber dalam talkshow bertajuk “Jaga Mangrove, Kelola Sampah” pada Festival Sahabat Mangrove 2026 yang diselenggarakan di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara, Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian ekosistem mangrove.
Selain Prof. Dewi, sesi talkshow juga menghadirkan Ken Savitri, Happy Putro Wibowo, dan Ezron Tarigan. Festival turut dimeriahkan oleh kreator konten lingkungan Jerhemy Owen, penampilan Kaka Slank, Yulinar Fitria selaku 1st Runner Up Miss Eco International 2025, serta grup musik 57Kustik dan La Hila Band.
Pada sesi talkshow, Prof. Dewi menekankan bahwa mangrove merupakan ekosistem yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Selain melindungi garis pantai dari abrasi dan banjir rob, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta penyerap karbon biru (blue carbon) yang berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Oleh karena itu, upaya konservasi mangrove tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan sampah yang baik serta peningkatan kesadaran masyarakat melalui pendidikan lingkungan.
Dekan FST UAI juga menjelaskan bahwa sampah plastik menjadi salah satu ancaman serius bagi kelestarian mangrove. Limbah yang terperangkap di kawasan pesisir dapat menghambat pertumbuhan vegetasi mangrove, mencemari ekosistem melalui mikroplastik, hingga berdampak pada rantai makanan manusia. Menurut beliau, riset ilmiah dan edukasi lingkungan harus berjalan beriringan agar masyarakat memahami pentingnya mengurangi sampah sejak dari sumbernya sekaligus menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Sebagai akademisi, Prof. Dewi turut menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya konservasi mangrove. Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui penelitian, inovasi, serta pengembangan edukasi berbasis sains. Kehadiran UAI Mangrove Research Center (UMRC) menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Al-Azhar Indonesia dalam menghasilkan solusi ilmiah untuk mendukung perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
“Laut dan mangrove tidak akan mampu memulihkan dirinya sendiri jika kita terus menimbunnya dengan sampah. Sains telah membuktikan besarnya peran mangrove bagi kelangsungan hidup manusia. Namun, ilmu pengetahuan tanpa pendidikan dan perubahan perilaku masyarakat hanya akan menjadi dokumen. Mari jadikan ilmu pengetahuan sebagai kompas aksi nyata untuk menjaga mangrove,” ujar Prof. Dewi.
Melalui partisipasi aktif dosen dan pusat risetnya dalam forum nasional seperti Festival Sahabat Mangrove 2026, Universitas Al-Azhar Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.





