Jakarta, 1 Juli 2026 – Program Studi Teknologi Pangan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan Gelar Produk Pangan 2026 sebagai ajang yang menampilkan kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam mengembangkan produk pangan berbasis kacang-kacangan lokal. Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran praktikum yang mengintegrasikan ilmu pangan, inovasi produk, dan kewirausahaan.

Mengusung tema “Dari Kacang Lokal Menjadi Produk Pangan Inovatif dan Bernilai”, acara ini bertujuan memperkenalkan potensi kacang lokal sebagai bahan baku pangan bernilai tambah sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil inovasi mereka.

Kegiatan diawali dengan sharing session yang menghadirkan Mutiara Ulfah, S.T.P., M.Sc.dari Universitas Terbuka dengan materi “Dari Limbah Menjadi Sehat: Potensi Residu Koro Pedang dalam Menjaga Kadar Kolesterol serta Sarah Giovani, S.TP., M.Agr.Sc., M.Sc., dosen Program Studi Teknologi Pangan UAI, yang membawakan materi Inovasi Pangan Berbasis Tempe Koro Pedang mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif sumber protein.

Pada sesi pameran, mahasiswa menampilkan hasil inovasi yang dikembangkan selama Praktikum Teknologi Pengolahan Pangan melalui produk dan poster ilmiah. Lima produk unggulan yang dipamerkan meliputi Walnut Diva Bliss (es krim yogurt dengan selai kacang kenari), RnC Sausage (sosis berbasis kacang merah), GreenGreenSquish (puding kacang hijau), Metemisu Dessert Cup (dessert cup berbahan tepung kacang mede), dan MuoyKiesCup (cookies berbahan kacang hijau).

Selain memamerkan produk, mahasiswa juga melatih kemampuan presentasi, komunikasi ilmiah, dan pemasaran melalui penjualan langsung kepada pengunjung. Antusiasme sivitas akademika dan siswa SMA/SMK menunjukkan tingginya minat terhadap inovasi pangan berbasis bahan lokal.

Menurut Sarah Giovani, S.TP., M.Agr.Sc., M.Sc., dosen pengampu Praktikum Teknologi Pengolahan Pangan, kegiatan ini merupakan implementasi Project-Based Learning (PjBL) yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya belajar mengembangkan produk inovatif, tetapi juga memahami proses mulai dari pemilihan bahan baku, formulasi, pengolahan, evaluasi mutu, hingga mempresentasikan dan memasarkan produknya. Kami ingin mereka memiliki kompetensi yang utuh sebagai food technologist sekaligus inovator dan technopreneur di bidang pangan,” ujarnya.

Melalui Gelar Produk Pangan 2026, Program Studi Teknologi Pangan UAI berharap dapat mendorong lahirnya inovasi pangan berbasis kekayaan hayati Indonesia, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen UAI dalam menghasilkan lulusan yang inovatif, kreatif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri pangan.]