Select Page

Semangat untuk bersegera dalam melakukan kebaikan menjadi salah satu pesan utama dalam Kajian Tafsir Al-Azhar yang disampaikan oleh Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama, dan Keislaman Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., pada Kamis, 6 Agustus 2026. Mengangkat pembahasan Surah Al-Hadid melalui Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, kajian tersebut mengajak jamaah memaknai perjuangan dalam kehidupan secara luas, termasuk konsistensi dalam menjalankan ibadah dan berbagai bentuk kebaikan.

Dr. Yusup membuka kajian dengan menjelaskan bahwa perjuangan tidak selalu dimaknai dalam konteks peperangan. Konsistensi melaksanakan salat berjamaah, berinfak dalam kondisi lapang maupun sulit, menahan amarah, hingga memaafkan kesalahan orang lain juga merupakan bentuk perjuangan yang membutuhkan energi dan pengorbanan. Menurut beliau, ketika berbagai bentuk kebaikan tersebut dimaknai sebagai bagian dari perjuangan dan ketakwaan, kehidupan akan menjadi lebih bermakna.

Wakil Rektor II menyampaikan bahwa perjuangan dalam menjalankan kebaikan membutuhkan hidayah dan pertolongan Allah SWT, salah satunya melalui zikir yang dilakukan dengan khusyuk. Dr. Yusup juga menekankan pentingnya menjaga kelembutan hati karena kondisi hati turut memengaruhi dorongan seseorang untuk berbuat baik. “Sekaya apapun juga kalau hati kita keras sulit dia untuk berbuat baik. Tapi semiskin apapun kalau hatinya lembut maka orientasi untuk berbuat baik itu sangat tinggi sekali,” tutur beliau.

Melalui pembahasan Surah Al-Hadid ayat 10, Dr. Yusup menjadikan kajian ini sebagai pengingat untuk tidak melewatkan kesempatan menjadi bagian dari kebaikan sejak awal. Beliau mengajak jamaah untuk menjadi asabiqunal awwalun, yakni orang-orang yang bersegera dalam melakukan kebaikan, meskipun tantangan yang dihadapi lebih besar. Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan perjalanan UAI. “Pendahulu-pendahulu Universitas Al-Azhar Indonesia yang berani mengambil keputusan, berani membangun, itu pahalanya luar biasa,” ujar Wakil Rektor II, seraya menekankan besarnya nilai kebaikan yang terus ditularkan kepada generasi yang melanjutkan.

Kajian ditutup dengan ajakan untuk tidak menunda ketika kesempatan melakukan kebaikan hadir di hadapan. Dr. Yusup menekankan bahwa dalam urusan akhirat, seseorang tidak perlu terlalu terpengaruh oleh penilaian manusia, tetapi perlu berfokus pada niat karena Allah SWT. Kajian Tafsir Al-Azhar Surah Al-Hadid menjadi pengingat agar setiap kesempatan berbuat baik dapat segera diwujudkan.