Bagian Penerapan Etika Islami Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan Sosialisasi Lingkungan Inklusif bagi Fakultas dan Program Studi (Prodi) melalui penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada Kamis, 30 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., para dekan, ketua prodi, serta pimpinan unit di lingkungan UAI.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran Fakultas dan Prodi terhadap pentingnya lingkungan kampus yang inklusif, sekaligus memperkuat sinergi antara Universitas, Fakultas, Prodi, dan Unit Layanan Disabilitas dalam penyelenggaraan layanan pendidikan yang ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Sambutan Pimpinan
Dalam sambutannya, Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo menegaskan bahwa penguatan Unit Layanan Disabilitas merupakan bagian dari komitmen UAI dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adil, setara, dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan. Beliau menekankan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan akses, tetapi juga pembangunan budaya akademik yang menghargai keberagaman serta empati di lingkungan kampus.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman dan sinergi antara universitas dan fakultas dalam implementasi kampus inklusif. Penguatan Unit Layanan Disabilitas UAI juga didukung melalui kerja sama internasional, salah satunya dengan University of Edinburgh, Skotlandia.
Diskusi dan Pemaparan Layanan Disabilitas
Dalam sesi diskusi, Kepala Seksi Layanan Disabilitas UAI, Cut Meutia Karolina, M.Ikom., memaparkan layanan disabilitas beserta program-program yang telah dijalankan. Program tersebut meliputi penempelan stiker edukatif mengenai disabilitas tak tampak, pembuatan video pendek, serta pengembangan video pembelajaran yang aksesibel bagi mahasiswa penyandang disabilitas netra dan rungu. Dari total 60 mahasiswa penyandang disabilitas di UAI, sekitar 41,5 persen merupakan penyandang disabilitas mental. Layanan Disabilitas UAI berperan sebagai penghubung antara Universitas, Fakultas, dan Program Studi dalam mewujudkan kelas yang ramah disabilitas.
Cut Meutia juga menekankan bahwa Fakultas dan Prodi merupakan pihak yang paling memahami kondisi serta proses pembelajaran mahasiswa, sekaligus sering menjadi pintu pertama ditemukannya kendala fasilitas. Oleh karena itu, kolaborasi antara fakultas, Prodi, dan Unit Layanan Disabilitas menjadi kunci dalam meningkatkan akomodasi dan layanan yang lebih optimal bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para dekan yang bertanya dan berdiskusi terkait pendampingan pembelajaran bagi mahasiswa penyandang disabilitas di lingkungan Fakultas dan Prodi masing-masing. Dalam kesempatan ini juga disampaikan rencana penguatan Unit Layanan Disabilitas pada tahun 2026, yang mencakup pendataan mahasiswa secara menyeluruh, penyediaan ruang tenang, asesmen, layanan admisi, serta perbaikan formulir pendaftaran mahasiswa baru agar lebih aksesibel.
Melalui kegiatan ini, Universitas Al-Azhar Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. Sinergi antara Universitas, Fakultas, Program Studi, dan Unit Layanan Disabilitas diharapkan mampu memperkuat layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh mahasiswa.







