Akademisi sekaligus penceramah asal Sulawesi Selatan, Ustadz Das’ad Latif, hadir untuk menyampaikan tausiyah kemerdekaan kepada peserta acara Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Sudan (IAS) Indonesia periode 2026-2030. Tausiyah yang disampaikan di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Lantai 3 pada Selasa, 18 Agustus 2026 mengusung tema “Budak Dunia atau Hamba Merdeka”.
Tausiyah ini dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Abchandra Muhammad Akbar Supratman, S.H., Duta Besar Republik Sudan untuk Indonesia H. E. Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed, Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Pembina IAS Dr. Abdul Baiz Muhtar, serta para alumni dan tokoh lainnya.
Das’ad Latif membuka tausiyahnya dengan menyampaikan pentingnya peran alumni Sudan dalam menjadi perekat dan perawat umat melalui dakwah wasathiyah. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Timur Tengah perlu disampaikan dengan metode yang tepat dan sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia agar dakwah tidak justru menjadi sumber perpecahan.
“Metode dalam dakwah itu penting,” ujar Das’ad Latif. Ia mengingatkan para alumni agar tidak mudah menyalahkan perbedaan praktik keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, berbagai perbedaan dapat disikapi dengan bijak selama masing-masing memiliki dasar dan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh.
Selain dakwah wasathiyah, Das’ad Latif juga berpesan agar para alumni memiliki keteguhan dalam perjuangan. Pengalaman menuntut ilmu dan menghadapi berbagai keterbatasan, menurutnya, menjadi bagian dari proses yang membutuhkan ketahanan dan kesabaran. Ia menilai ilmu dan iman menjadi bekal penting untuk terus berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Das’ad Latif kemudian mengajak para alumni untuk memperkuat kolaborasi antarsesama. Menurutnya, alumni Sudan memiliki latar belakang dan keahlian yang beragam sehingga dapat saling melengkapi dalam membangun kontribusi di berbagai bidang. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dengan menghindari prasangka dan kedengkian yang dapat menghambat kerja sama.
Melalui tausiyah kemerdekaan bersama Das’ad Latif, UAI turut menghadirkan ruang penguatan nilai keislaman bagi para alumni Sudan sekaligus mendorong semangat kolaborasi dan kontribusi mereka di tengah masyarakat.


