Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan yang perlu direspons dengan peningkatan literasi digital. Sebagai upaya membekali masyarakat agar mampu memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Al-Azhar Indonesia (FIB UAI) menyelenggarakan Pelatihan HER TECH: Perempuan Berdaya AI pada Kamis-Jumat, 30-31 Juli 2026 di Ruang 317 A dan 317 B UAI.
Kegiatan dihadiri oleh Dekan FIB UAI, Dr. Iin Suryaningsih, S.S., M.A., Wakil Dekan, para Ketua Program Studi, serta dosen FIB UAI. Turut hadir perwakilan ICT Watch, Wanita Penulis Indonesia, Federasi Bisnis Profesional Wanita Indonesia (FBPW Indonesia), serta peserta dari berbagai kalangan. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi FIB UAI bersama mitra dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian materi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep dasar, penerapan AI yang bertanggung jawab, hingga pemanfaatannya dalam berbagai aspek kehidupan dan dunia kerja.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai empat pilar literasi digital, dasar-dasar AI, AI yang etis, inklusif, dan aman, serta internet sehat di era AI yang disampaikan oleh Ian Kei. Materi dilengkapi dengan praktik penggunaan berbagai tools AI, sesi diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
Pelatihan berlanjut pada hari kedua dengan materi yang disampaikan oleh Indriyatno Banyumurti. Dalam sesi ini, peserta mempelajari AI dan inklusivitas, peluang pemanfaatan AI di berbagai bidang, serta peran AI dalam menghadapi tantangan masa depan. Setiap sesi juga disertai kuis sebagai sarana evaluasi sekaligus memperkuat pemahaman peserta.
Dalam sambutannya, Dekan FIB UAI, Dr. Iin Suryaningsih, S.S., M.A., menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai organisasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik agar teknologi dapat memberikan manfaat secara optimal. “Program ini sangat dibutuhkan, tidak saja untuk sivitas akademika, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ketika masyarakat tidak teredukasi dan tidak bisa mengimplementasikannya dengan baik, maka manusia akan tergerus dengan AI itu sendiri,” ujarnya.
Pelaksanaan Pelatihan HER TECH menegaskan komitmen FIB UAI dalam menghadirkan program edukatif yang relevan dengan perkembangan teknologi. Kolaborasi bersama berbagai mitra ini sekaligus memperkuat upaya peningkatan literasi digital masyarakat di era Artificial Intelligence.











