Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menerima kedatangan Prof. Dr. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A. (Din Syamsuddin), Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2015, pada pelaksanaan salat tarawih malam keenam Ramadhan, 23 Februari 2026, di Masjid Agung Al Azhar. Kehadiran beliau untuk menyampaikan tausiyah merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan yang diselenggarakan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar.
Kedatangan Prof. Din Syamsuddin disambut oleh jajaran pengurus YPI Al Azhar, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., serta Kepala Kantor dan Takmir Masjid Agung Al Azhar, Drs. H. Tatang Komara, M.A.
Dalam tausiyahnya, Prof. Din Syamsuddin menekankan pentingnya istiqamah sebagai fondasi utama dalam beribadah. Menurutnya, istiqamah bukan sekadar konsistensi menjalankan amal, tetapi keteguhan berada di jalan kebenaran dalam berbagai situasi kehidupan. “Istiqamah yaitu kita berada pada jalan kebenaran, jalan lurus, tidak goyah sekalipun dengan godaan dan ujian,” ujarnya.
Ia menguraikan bahwa istiqamah dalam beribadah dapat diwujudkan melalui tiga aspek utama, yakni al-mudawamah(amal yang dilakukan terus-menerus), al-muhafazah (memelihara kualitas ibadah), dan al-muhassinah (meningkatkan mutu ibadah hingga mencapai derajat ihsan). Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menegaskan bahwa amal terbaik adalah yang dilakukan secara berkelanjutan meski sedikit.
Selain itu, jamaah diajak memaknai Ramadhan sebagai sistem ibadah yang utuh dan saling terintegrasi, mulai dari puasa, qiyamul lail, salat tarawih, tilawah Al-Qur’an, hingga zakat dan sedekah. Seluruh rangkaian ibadah tersebut, menurutnya, bermuara pada tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dan takwiyatun nafs (penguatan diri) agar nilai-nilai Ramadhan dapat terus terjaga setelah bulan suci berakhir.
Kehadiran Prof. Din Syamsuddin dalam rangkaian tarawih Ramadhan ini memperkaya suasana spiritual di lingkungan Universitas Al-Azhar Indonesia. Tausiyah yang disampaikan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga konsistensi ibadah sekaligus memperdalam refleksi keislaman bagi jamaah yang hadir.


