Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Prof. Dr. Widodo Muktiyo, membedah buku karyanya yang berjudul Komunikasi Publik: Masalah-Masalah Stratejik dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Pranata Humas (Iprahumas) Indonesia secara daring pada Rabu, 11 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh praktisi komunikasi pemerintah, akademisi, serta pegiat kehumasan dari berbagai instansi.

Buku yang ditulis bersama Edy Prihantoro dan Didin Mukodim tersebut membahas berbagai persoalan strategis dalam pengelolaan komunikasi publik, khususnya di lingkungan pemerintahan. Dalam forum tersebut, Prof. Widodo memaparkan gagasan utama yang melandasi penulisan buku sekaligus berbagi pengalaman selama berkecimpung di bidang komunikasi publik.

Rektor UAI dalam sesi bedah buku ini menjelaskan bahwa komunikasi publik memiliki peran mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.“Komunikasi itu saya maknai sebagai oksigen. Bangsa ini hidup membutuhkan oksigen agar seluruh stakeholder dapat berjalan secara fungsional,” ujar Prof. Widodo.

Dalam diskusi tersebut, Prof. Widodo juga menyoroti kompleksitas komunikasi publik di era digital. Perkembangan teknologi informasi membuat arus informasi bergerak sangat cepat sehingga pemerintah dituntut menyampaikan pesan secara jelas, konsisten, dan tepat waktu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Beliau juga menekankan pentingnya peran praktisi humas pemerintah atau government public relations dalam mengelola komunikasi publik. Menurut Prof. Widodo, praktisi humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjelaskan kebijakan serta menjembatani hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, Rektor UAI mendorong penguatan koordinasi dan orkestrasi komunikasi antar lembaga pemerintah agar pesan yang disampaikan kepada publik tetap selaras. Prof. Widodo juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media publik seperti Radio Republik Indonesia, Televisi Republik Indonesia, dan LKBN ANTARA sebagai saluran strategis untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Melalui bedah buku Komunikasi Publik: Masalah-Masalah Stratejik, para peserta diajak memahami bahwa komunikasi publik tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga berperan penting dalam membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.