Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2023, Hanan Haqqani dari KMF Psikologi dan Pendidikan menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sore bertema Sedekah Tak Perlu Mewah di Masjid Agung Al-Azhar pada Senin, 20 April 2026. Kultum ini mengajak jamaah untuk memahami bahwa sedekah tidak harus dilakukan dengan harta yang besar, tetapi dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan dengan ikhlas.

Kultum dibuka dengan pembahasan mengenai anggapan bahwa sedekah identik dengan kekayaan atau pemberian dalam jumlah besar. Menurut Hanan, pemahaman tersebut membuat sebagian orang menunda bersedekah karena merasa belum memiliki kecukupan harta.

Ia menjelaskan bahwa Islam memandang sedekah sebagai amalan yang dapat dilakukan siapa saja, tanpa harus menunggu kondisi berkecukupan. “Jangan menunggu kaya baru bersedekah, karena sedekah justru menjadi jalan menuju keberkahan dan kelapangan rezeki,” ujarnya.

Mengutip QS. Al-Baqarah ayat 261, Hanan menjelaskan bahwa sedekah sekecil apa pun akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Ia juga menyampaikan hadis Rasulullah SAW. yang menganjurkan umat Islam untuk bersedekah meskipun hanya dengan sepotong kurma.

Dalam kultumnya, Hanan memaparkan berbagai bentuk sedekah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Mulai dari memberikan senyuman, membantu orang lain, berkata baik, hingga memperbanyak zikir dan tasbih. Menurutnya, tindakan kecil yang membawa manfaat bagi orang lain juga bernilai sedekah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas.

Hanan juga menjelaskan bahwa kebiasaan bersedekah dapat membentuk karakter dermawan dan melatih hati agar tidak terlalu terikat pada urusan dunia. Ia juga mengingatkan pentingnya istiqamah dalam beramal, meskipun dimulai dari hal yang sederhana.

Melalui kultum sore bertema Sedekah Tak Perlu Mewah, Hanan Haqqani mengajak jamaah untuk membiasakan diri berbagi dalam keadaan lapang maupun sempit, sehingga sedekah menjadi bagian dari kebiasaan yang membawa keberkahan dalam kehidupan.