Mengalami puasa Ramadhan hingga merayakan Idulfitri di luar negeri menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Haura Dzakirah, mahasiswi Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), selama menjalani program pertukaran di Latvia. Jauh dari keluarga dan suasana khas Lebaran di Indonesia, momen tersebut justru menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan reflektif.
Di kota Daugavpils, Latvia, suasana Idulfitri berlangsung dalam kesederhanaan. Tidak adanya masjid atau musala membuat gema takbir yang biasanya terdengar di Indonesia nyaris tidak ditemukan. Kondisi ini menciptakan suasana yang jauh lebih sunyi, sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi Haura dan mahasiswa Muslim lainnya dalam menjalankan tradisi Lebaran.
“Merayakan Idulfitri di Latvia, khususnya di Daugavpils, tentu terasa berbeda karena hampir tidak ada komunitas Muslim selain para pelajar pertukaran. Suasananya tidak seramai di Indonesia, namun justru menjadi pengalaman yang lebih personal dan bermakna,” ucap Haura.
Di tengah keterbatasan tersebut, Haura bersama mahasiswa internasional lain, terutama dari Turki, membentuk komunitas kecil untuk merayakan Idulfitri. Mereka menghadirkan suasana Lebaran dengan cara sederhana, seperti memutar lantunan takbir, memasak bersama, hingga berkumpul di ruang bersama.
Pelaksanaan salat Idulfitri pun tidak lepas dari tantangan. Perbedaan kebiasaan antarbudaya serta keterbatasan fasilitas ibadah membuat mereka harus berinisiatif untuk mempelajari dan melaksanakan salat Idulfitri secara mandiri. Proses ini justru menjadi pengalaman berharga yang memperkaya pemahaman mereka terhadap praktik ibadah di lingkungan yang berbeda.
Setelah rangkaian ibadah, perayaan dilanjutkan dengan kebersamaan yang hangat. Berbagai hidangan khas dari negara masing-masing disajikan dan dinikmati bersama, sekaligus menjadi ruang untuk saling bertukar cerita mengenai tradisi Lebaran di berbagai budaya. Momen ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga mempererat hubungan antar mahasiswa.
Di sisi lain, keberadaan mahasiswa Muslim dalam program pertukaran turut mendapat perhatian dari pihak kampus setempat. Student Council Daugavpils University sempat menunjukkan apresiasi terhadap perayaan Idulfitri, meskipun secara umum masyarakat lokal Latvia belum begitu familiar dengan tradisi tersebut, mengingat mayoritas penduduknya beragama Kristen dan Katolik serta waktu perayaannya berdekatan dengan St. Patrick’s Day.
Bagi Haura, merayakan Idulfitri jauh dari keluarga memang menghadirkan rasa rindu yang mendalam. Namun, pengalaman tersebut sekaligus mempertegas makna Lebaran sebagai momen refleksi diri dan saling memaafkan. Dalam keterbatasan, kebersamaan yang terjalin justru terasa lebih hangat dan memberikan pelajaran berharga tentang arti kebersamaan.