Direktorat Sumber Daya Insani Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan pelatihan Service Excellent 5.0 pada Selasa, 31 Maret 2026 di Ruang Auditorium, Lantai 3 Gedung Utama UAI. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat struktural di lingkungan UAI, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kompetensi sumber daya insani dalam menghadapi tuntutan layanan yang semakin dinamis.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Dr. Ir. Achmad Syamsudin, M.B.A., serta Direktur Sumber Daya Insani, Nanang Suhendar, S.Kom., M.H., beserta tim Direktorat Sumber Daya Insani. Selain itu, turut hadir para Pejabat Struktural UAi, mulai dari Kepala Lembaga, Direktur, Deputi, Kepala Bagian, dan Kepala Seksi dari berbagai unit kerja di lingkungan Universitas Al-Azhar Indonesia.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Dr. Ir. Achmad Syamsudin, M.B.A., yang menekankan pentingnya budaya layanan sebagai bagian dari transformasi institusi. Dalam arahannya, beliau mengaitkan penguatan layanan dengan visi UAI sebagai Enterprising University yang melahirkan insan unggul, sehingga kualitas pelayanan menjadi fondasi utama dalam mendukung proses, sistem digital, serta kinerja sumber daya insani. “Kita boleh kalah di aspek lain, tetapi tidak boleh kalah dalam layanan. Budaya melayani harus menjadi kekuatan utama kita,” tegasnya.
Penguatan Kompetensi dan Budaya Layanan
Pada kesempatan tersebut, materi disampaikan oleh Ir. Herawati Widodo, M.M., selaku Direktur PT. Citra Emas. Ia menekankan bahwa pelayanan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman di tengah transformasi digital, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pusat dalam proses layanan.
Pemateri menyoroti bahwa pekerjaan tidak hanya dimaknai sebagai sarana memperoleh penghasilan, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, berinvestasi waktu, serta mengembangkan diri. Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa profesionalitas dalam pelayanan dibangun melalui penampilan dan sikap yang menciptakan kesan pertama, serta komunikasi yang tercermin dari setiap tindakan.
Dalam praktiknya, pelayanan kepada pengguna internal dinilai lebih menantang karena intensitas interaksi yang tinggi dibandingkan pengguna eksternal. “Pelayanan yang lebih dari yang diharapkan itulah yang dimaksud dengan excellent service,” ujarnya. Herawati menambahkan bahwa kepuasan layanan dipengaruhi oleh aspek institusional dan interpersonal, dengan empati sebagai kunci utama dalam membangun kualitas pelayanan yang unggul.
Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif dengan suasana yang dinamis dan menyenangkan. Peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas seperti diskusi dan fun games yang mendorong partisipasi aktif dari peserta.
Pelaksanaan Pelatihan Service Excellent 5.0 menjadi langkah strategis UAI dalam meningkatkan kompetensi pejabat struktural, khususnya dalam menghadapi tuntutan layanan yang semakin dinamis di era modern. Layanan yang prima tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga pada sikap, empati, serta kemampuan memahami kebutuhan pengguna layanan.











