JAKARTA – Di tengah kompleksitas masalah kesehatan dan gizi di Indonesia, sekadar memiliki gelar sarjana dengan nilai akademik tinggi ternyata tidak lagi cukup. Mahasiswa masa kini dituntut untuk memiliki keberanian, visi strategis, dan kemampuan manajerial tingkat tinggi. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) kembali membuktikan kualitas pendidikan dan kaderisasinya di level nasional. Mahasiswa Gizi UAI tampil mendominasi dan sukses merebut kursi beasiswa paling bergengsi dalam peluncuran program Indonesian Young Food and Nutrition Leadership (DoYouLead) Generasi ke-7 yang digelar secara daring pada awal April 2026. 

Mengenal DoYouLead: Kawah Candradimuka Pemimpin Gizi Masa Depan

Bagi para mahasiswa dan cendekia muda di seluruh Nusantara, DoYouLead bukanlah program pelatihan biasa. Program ini adalah kawah candradimuka pengkaderan nasional yang diinisiasi oleh Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia. 

Lahir dari sebuah refleksi kritis para begawan gizi pada tahun 2012, program ini menyoroti sebuah paradoks: mengapa di saat jumlah sarjana, pakar, dan anggaran gizi terus meningkat pesat, masalah seperti stunting, obesitas, dan malnutrisi di lapangan tak kunjung usai dengan cepat? Jawabannya bermuara pada satu hal krusial, yaitu kekosongan leadership atau kepemimpinan. Permasalahan gizi di masyarakat tidak bisa diselesaikan hanya dengan teori medis atau resep makanan di dalam kelas, melainkan membutuhkan kemampuan negosiasi lintas sektor, pemahaman kebijakan politik, dan kolaborasi strategis yang solid. 

Oleh karena itu, DoYouLead dirancang secara khusus untuk membentuk karakter para calon pemimpin sejati (iron stock). Di sini, mahasiswa terpilih dipertemukan langsung dengan para pembuat kebijakan, CEO industri pangan raksasa, hingga pimpinan organisasi internasional seperti WHO dan WFP untuk menyerap ilmu langsung dari ahlinya. 

Persaingan Jalur Beasiswa yang Super Ketat dan Berlapis

Untuk bisa masuk ke dalam program ini, peserta harus melewati seleksi yang ketat, terutama bagi mereka yang mengincar Jalur Beasiswa. Jalur ini diberikan 100% gratis, namun syaratnya dirancang hanya untuk mereka yang benar-benar luar biasa. 

Calon penerima beasiswa tidak hanya wajib memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3.00 dan mahir berbahasa Inggris, tetapi mereka wajib berstatus sebagai pemimpin di kampus, seperti Ketua BEM, Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA), atau DPM. Tidak berhenti di situ, mereka harus menyertakan Curriculum Vitae (CV) unggulan, surat rekomendasi resmi, motivation letter, serta ditantang untuk membuat kampanye publik berbasis video atau infografis di media sosial mengenai visi kepemimpinan mereka. Puncaknya, mereka harus berhadapan langsung dengan pakar senior nasional dalam sesi wawancara eksklusif untuk menguji mental dan wawasan mereka.

Tradisi Juara Prodi Gizi UAI: Dari Senior hingga Junior Terus Bersinar

Di tengah persaingan seleksi nasional yang kompetitif, mahasiswa Prodi Gizi UAI, Nabila Aulia Nisa, berhasil menorehkan pencapaian membanggakan. Dengan kemampuan dan komitmennya, Nabila terpilih sebagai salah satu penerima Beasiswa DoYouLead Gen-7 setelah melalui proses seleksi bersama ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Pencapaian ini bukanlah sebuah kebetulan yang datang tiba-tiba. Prodi Gizi UAI rupanya memiliki “DNA” kepemimpinan yang telah mengakar kuat. Keberhasilan Nabila sekaligus meneruskan tradisi emas di UAI, di mana pada generasi sebelumnya, senior di kampus UAI juga berhasil menembus dan lulus dari program DoYouLead melalui jalur beasiswa elite yang sama. Rantai prestasi ini menegaskan bahwa ekosistem pendidikan di UAI secara konsisten berhasil memadukan kecerdasan akademik dengan ketangguhan mental organisatoris.

Kapasitas kepemimpinan mahasiswa Gizi UAI semakin tak terbantahkan dengan tampilnya Daiva Alifia di panggung utama. Daiva, yang merupakan mahasiswa Gizi UAI dan Ketua Alumni DoYouLead Gen-6, didapuk memegang peran sangat krusial sebagai Speaker Opening pada peluncuran Gen-7. Daiva membagikan wawasan transformatifnya di hadapan para peserta dari seluruh penjuru negeri dan jajaran ahli senior seperti Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS (Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia) dan Prof. Hardinsyah (Founder DoYouLead) secara virtual. Kehadiran Daiva menjadi inspirasi hidup bahwa mahasiswa UAI mampu bertransformasi dari sekadar peserta menjadi tokoh penggerak organisasi di level nasional.

Bagi para siswa SMA/sederajat yang sedang menentukan arah masa depan, rekam jejak Daiva, Nabila, dan para seniornya membawakan satu pesan yang sangat jelas, yaitu Jika kamu memiliki mimpi besar untuk tidak hanya bekerja, tetapi memimpin dan mengubah wajah kesehatan bangsa, Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia adalah tempat yang tepat.

Di Gizi UAI, ruang kelas hanyalah titik awal. Mahasiswa didorong penuh untuk berani mengambil panggung di luar kampus, membangun jejaring (networking) di tingkat nasional maupun global, dan menjadi bagian dari solusi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. 

Apakah kamu siap menerima estafet kepemimpinan ini? Mari bergabung bersama Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia, dan ukir sejarahmu sebagai pahlawan gizi dan pemimpin masa depan bangsa!