Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2023, Hanan Haqqani dari KMF Psikologi dan Pendidikan sekaligus penerima Beasiswa Hafizh, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sore bertema Moderasi Beragama di Era Digitalisasi di Masjid Agung Al-Azhar. Kultum yang berlangsung pada Senin, 27 April 2026 ini mengajak jamaah untuk memahami pentingnya sikap moderat dalam beragama di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.
Hanan membuka kultumnya dengan pembahasan mengenai era digital yang memudahkan masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi melalui media sosial. Menurutnya, kemudahan tersebut membawa manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga paham ekstrem yang dapat memecah persatuan.
Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan sikap tengah yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan toleransi. Dalam Islam, sikap ini dikenal dengan konsep ummatan wasathan, yaitu umat yang berada di jalan pertengahan dan tidak bersikap berlebihan.
Mengutip QS. Al-Baqarah ayat 143, Hanan menyampaikan bahwa umat Islam dituntut menjadi teladan dalam menjaga keseimbangan dan keadilan. Ia menilai nilai tersebut sangat relevan diterapkan di ruang digital agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya tabayyun atau verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Menurutnya, kebiasaan menyaring informasi dapat membantu mencegah penyebaran berita palsu yang berpotensi menimbulkan konflik.“Moderasi berarti cerdas bermedia, yaitu menyebarkan ilmu yang bermanfaat, bukan konten yang memecah belah,” ujarnya.
Hanan juga mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat. Media sosial, menurutnya, dapat menjadi sarana dakwah yang positif apabila digunakan untuk menyebarkan nilai perdamaian dan toleransi.
Melalui kultum sore bertema Moderasi Beragama di Era Digitalisasi, Hanan Haqqani mengajak jamaah untuk menjadi pengguna media digital yang bijak, kritis, serta mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman.