Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2023, Ali Muhammad Ihsan dari KMF Psikologi dan Pendidikan, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sore bertema Menjaga Lisan di Era Digital di Masjid Agung Al-Azhar pada Jum’at, 17 April 2026. Kultum ini mengajak jamaah untuk lebih bijak dalam menggunakan lisan, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Kultum dibuka dengan penjelasan Ali tentang perkembangan teknologi yang semakin pesat, di mana informasi dapat dengan mudah diakses dan disebarkan oleh siapa saja. Menurutnya, kemudahan tersebut membawa tantangan tersendiri bagi umat Islam, khususnya dalam menjaga ucapan dan perilaku di ruang digital.
Ia menjelaskan bahwa makna “lisan” saat ini tidak hanya terbatas pada apa yang diucapkan, tetapi juga mencakup apa yang ditulis, diketik, dan disebarkan melalui media sosial. Oleh karena itu, setiap komentar, unggahan, maupun pesan yang disampaikan memiliki konsekuensi moral dan spiritual.
Mengutip QS. Al-Ahzab ayat 70, Ali menjelaskan bahwa Allah memerintahkan orang beriman untuk berkata benar. Ia menegaskan bahwa menyebarkan kebohongan, ujaran kebencian, maupun informasi yang belum jelas kebenarannya memiliki dampak yang sama buruknya dengan ucapan lisan yang tidak baik.
Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan tabayyun sebelum menyebarkan informasi, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Isra ayat 36, bahwa setiap pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban. “Ini menjadi peringatan agar setiap individu lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Ali mengutip QS. Qaf ayat 18 yang menjelaskan bahwa setiap ucapan manusia akan dicatat oleh malaikat. Ia menekankan bahwa hal ini juga berlaku terhadap aktivitas di media sosial, di mana setiap kata yang ditulis tidak luput dari pengawasan.
Ali juga menyampaikan hadis Rasulullah SAW. yang mengajarkan bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam. Dalam konteks digital, ia menegaskan bahwa jika tidak mampu menyampaikan hal yang baik, maka sebaiknya tidak berkomentar.
Melalui kultum sore bertema Menjaga Lisan di Era Digital, Ali Muhammad Ihsan mengajak jamaah untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan lisan dan jari-jemari, sehingga setiap aktivitas digital dapat menjadi ladang pahala, bukan sumber dosa.