“Komunikasi adalah oksigen bangsa,” begitu pesan Rektor UAI dalam kuliah umum Government Public Relations bersama mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UAI.

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (Mikom) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan kuliah umum bertema Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah (Government Public Relations) pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Ruang 317A. Kuliah umum ini dilaksanakan dalam rangka memahami peran humas pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang efektif, kredibel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kuliah umum ini menghadirkan Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, sebagai narasumber utama. Beliau merupakan akademisi sekaligus praktisi komunikasi pemerintah yang berpengalaman, pernah bertugas di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dewan Pengawas LKBN Antara, serta BPP Perhumas. Beliau juga dikenal sebagai Founder GPR Institute dan penulis lebih dari 40 buku tentang komunikasi publik.

Ketua Program Studi Mikom UAI, Dr. Des Hanafi, S.H., M.H., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa mayoritas mahasiswa Mikom UAI merupakan para profesional yang aktif bekerja di instansi pemerintah, seperti BNN, ATR/BPN, BPJT, dan BUMN. Ia berharap kehadiran Prof. Dr. Widodo Muktiyo sebagai Rektor UAI dapat semakin memperkuat Mikom UAI dalam mengembangkan kajian komunikasi pemerintah.

Dalam pembukaan kuliah umum, Prof. Dr. Widodo Muktiyo menyampaikan bahwa ilmu komunikasi memiliki peran yang vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beliau menganalogikan komunikasi sebagai oksigen yang menghidupkan ruang publik, sementara disinformasi dan hoaks diibaratkan sebagai karbondioksida yang meracuninya. “Komunikasi adalah oksigen bangsa, sebagai akademisi, tugasnya yaitu teruslah menyebarkan oksigen kepada masyarakat.” pesan beliau kepada para mahasiswa.

Rektor juga memaparkan bahwa komunikasi pemerintah bukan komunikasi sembarangan, melainkan komunikasi yang diarahkan dan berbasis pada butir-butir Pembukaan UUD 1945, mulai dari melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, hingga ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. Dalam konteks ini, humas pemerintah memegang peran strategis sebagai penjaga oksigen komunikasi publik.

Prof. Dr. Widodo turut menguraikan fungsi komunikasi publik dalam tiga tingkat. Pada tingkat makro, komunikasi publik berfungsi menjaga kualitas sistem demokrasi, mencari solusi atas isu-isu publik, mengelola kepentingan publik, serta mengevaluasi implementasi kebijakan. Pada tingkat meso (menengah), komunikasi publik berperan membangun transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penyebaran informasi kebijakan pemerintah. Pada tingkat mikro, komunikasi publik menjadi sarana bagi individu untuk mengekspresikan pendapat, mengkoordinasikan pengelolaan sumber daya publik, serta meningkatkan partisipasi dalam proses kebijakan.

Kuliah umum Government Public Relations menjadi bagian dari komitmen UAI dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual bagi mahasiswa pascasarjana, sekaligus memperkuat kajian ilmu komunikasi yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan dan kepentingan publik.

Tertarik mendalami ilmu komunikasi di tingkat pascasarjana bersama para praktisi dan akademisi terbaik? Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UAI adalah tempat yang tepat untukmu. Dengan kurikulum yang relevan, pengajar berpengalaman, dan mahasiswa yang berasal dari berbagai instansi pemerintah dan swasta, Prodi Mikom UAI siap membawamu ke level berikutnya. Daftarkan dirimu sekarang melalui penerimaan.uai.ac.id.