Wakil Rektor I Bidang Akademik, Sumber Daya Insani, Riset dan Penjaminan Mutu Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., menjadi khatib dalam pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, pada Jumat, 5 Juni 2026. Kehadiran beliau sebagai khatib mencerminkan peran aktif sivitas akademika UAI dalam kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.

Dalam khutbahnya, Prof. Taufik mengangkat tema fitnah kubur, yaitu tiga pertanyaan besar yang akan dihadapi setiap manusia setelah kematian. Merujuk pada kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Syaikh Muhammad At-Tamimi dan sejumlah hadits sahih, beliau memaparkan bahwa setelah jenazah dimakamkan, dua malaikat akan datang untuk menanyakan tiga perkara, yaitu siapa Tuhanmu, apa agamamu, dan siapa Nabi yang diutus kepadamu.

Prof. Taufik menekankan bahwa kemampuan menjawab pertanyaan tersebut bukan ditentukan oleh kecerdasan intelektual. “Sesungguhnya kecerdasan itu akan berhenti pada garis kematian,” tegasnya. Seseorang mampu menjawab pertanyaan di alam kubur bukan karena ia seorang doktor atau profesor, melainkan karena Allah SWT menguatkannya dan amal-amal salehnya menjaganya. 

Khatib juga mengingatkan tentang kondisi orang munafik dan kafir yang hanya mampu menjawab bahwa ia tidak tahu dan sekadar mengikuti apa yang dikatakan orang lain. Kondisi ini menjadi sebuah gambaran betapa pentingnya membangun keimanan yang kokoh sejak di dunia.

Menurut Wakil Rektor I, sebelum dikubur, jenazah telah mengalami hal-hal gaib yang tidak mampu ditangkap panca indera. Merujuk pada hadits sahih riwayat Imam Bukhari, beliau menjelaskan bahwa ketika jenazah diusung menuju kubur, jenazah orang yang saleh akan meminta untuk disegerakan, sementara jenazah orang yang tidak salih akan mengeluh dan bertanya-tanya ke mana ia akan dibawa. Suara tersebut terdengar oleh seluruh makhluk kecuali manusia, dan andai manusia mendengarnya, niscaya ia akan pingsan. Pesan ini menjadi pengingat kuat bahwa kehidupan setelah kematian adalah nyata dan memerlukan persiapan sejak dini.

Keikutsertaan Prof. Taufik Kasturi sebagai khatib di Masjid Agung Al Azhar menjadi bagian dari komitmen UAI sebagai institusi pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembinaan spiritual dan keagamaan masyarakat luas.