Integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan iman menjadi pesan utama dalam Kuliah Subuh yang diselenggarakan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar di Masjid Agung Al Azhar pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kuliah Subuh yang menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., tersebut diikuti oleh keluarga besar YPI Al Azhar, termasuk sivitas akademika Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI).
Mengusung tema “Pengintegrasian Ilmu, Teknologi, dan Iman dalam Pengembangan Pendidikan”, kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, di antaranya Sekretaris Pembina Muhammad Suhadi, S.Kom., Ketua Pengawas Dr. Ir. Ahmad Husin Lubis, M.Sc., Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Drs. Nuri Muhammadi, serta Sekretaris Umum Drs. Budiyono, M.Pd., beserta jajaran pengurus YPI Al Azhar. Dari Universitas Al-Azhar Indonesia hadir Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, beserta jajaran pimpinan dan sivitas akademika UAI.
Dalam kuliah subuhnya, Prof. Brian menegaskan bahwa pendidikan harus mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan iman sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik dan penguasaan teknologi, tetapi juga dari keberhasilan membangun integritas, akhlak, serta tanggung jawab sosial peserta didik.
Mendiktisaintek juga mengingatkan kepada peserta kuliah subuh bahwa setiap anak memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di masa depan sehingga membutuhkan pendidikan dan pembinaan yang tepat sejak dini. “Kita tidak pernah tahu akan menjadi apa anak-anak ini di masa depan. Karena itu, mereka harus dibimbing dengan baik agar kelak menjadi pemimpin yang memiliki kekuatan ilmu,” ujar Prof. Brian Yuliarto.
Prof. Brian mengajak seluruh pendidik untuk terus menanamkan semangat belajar, kerja keras, ketekunan, dan kerendahan hati kepada peserta didik. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh ikhtiar yang sungguh-sungguh, disertai doa dan tawakal kepada Allah SWT. Melalui keseimbangan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan iman, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual dalam mengabdikan ilmunya kepada masyarakat.
Sejalan dengan pesan tersebut, Universitas Al-Azhar Indonesia terus berkomitmen mengembangkan ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, inovasi, dan nilai-nilai Islam dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui semangat Enterprising University, UAI berupaya mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan masyarakat.








