Jakarta, 8–9 Juli 2026 – Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui partisipasi aktif pada International Green Youth Leaders Summit (IGYLS) 2026. Melalui Direktorat Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni (DKKA) UAI mengirimkan delegasi mahasiswa untuk mengikuti forum kepemudaan internasional yang berlangsung selama dua hari dan mengusung tema “Act Today, Shape Tomorrow”. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi generasi mudauntuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring global, serta membangun kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Pada penyelenggaraan tahun ini, IGYLS menghadirkan peserta dari berbagai negara sehingga menciptakan ruang pembelajaran yang kaya akan perspektif lintas budaya. Selain delegasi dari Indonesia, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari Jepang, Republik Rakyat Tiongkok (China), Taiwan, Madagaskar, Gambia, serta sejumlah negara lainnya. Keberagaman latar belakang tersebut memberikan kesempatan bagi seluruh peserta untuk saling bertukar pengalaman, memahami praktik baik dari berbagai negara, serta membangun jejaring internasional yang berpotensi berkembang menjadi kolaborasi akademik maupun sosial di masa mendatang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa di tingkat global, DKKA UAI mengirimkan 10 mahasiswa sebagai delegasi resmi yang terdiri atas 6 mahasiswa perwakilan Keluarga Mahasiswa Fakultas (KMF), 1 mahasiswa dari Unit Kegiatan Keluarga Mahasiswa (UKKM) Arga Zarka, 2 mahasiswa internasional Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Tiongkok, serta 1 mahasiswa internasional Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang. Seluruh delegasi didampingi oleh Muhammad Fadli, S.E., M.H., selaku perwakilan DKKA UAI.
IGYLS 2026 merupakan forum kepemudaan internasional yang berfokus pada penguatan kepemimpinan, inovasi, kolaborasi lintas negara, dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 13 (Climate Action). Melalui berbagai rangkaian kegiatan, para peserta didorong untuk tidak hanya memahami isu-isu global, tetapi juga menghasilkan gagasan dan aksi nyata yang dapat diimplementasikan di lingkungan masing-masing.
Hari pertama kegiatan diisi dengan International Green Youth Symposium, kunjungan edukatif ke kawasan Kompleks Parlemen Republik Indonesia (MPR/DPR/DPD RI), serta SDGs Project Presentation yang mengharuskan peserta bekerja dalam kelompok multinasional untuk menyusun solusi inovatif terhadap permasalahan global. Dalam sesi ini, mahasiswa UAI berkesempatan bertukar gagasan dengan peserta dari berbagai negara, mengasah kemampuanberpikir kritis, komunikasi internasional, kepemimpinan, serta kerja sama lintas budaya.
Memasuki hari kedua, seluruh delegasi mengikuti program Green Network in Action di kawasanTaman Mini Indonesia Indah (TMII). Kegiatan diawali dengan sesi berbagi mengenai kepemimpinan lingkungan, dilanjutkan dengan aksi nyata berupa penanaman pohon sebagai bentuk komitmen generasi muda terhadap pelestarian lingkungan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Awarding Session, Closing Ceremony, serta Sustainable City Tour yang memberikan pengalaman langsung mengenai implementasi konsep keberlanjutan di kawasan perkotaan.
Bagi mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia, keikutsertaan dalam IGYLS 2026 memberikan pengalaman yang sangat berharga. Selain memperoleh wawasan mengenai isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dari perspektif global, para delegasi juga memperluas jejaring internasional dengan mahasiswa dari berbagai negara, meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan multikultural, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, dan penyelesaian masalah melalui pendekatan berbasis proyek (project-based learning).
Para delegasi UAI menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh Universitas Al-Azhar Indonesia melalui DKKA untuk mengikuti forum internasional tersebut. Mereka mengaku memperoleh pengalaman yang tidak hanya memperkaya kompetensi akademik dan non akademik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat dunia. Mahasiswa juga berharap agar partisipasi UAI dalam kegiatan International Green Youth Leaders Summit dapat terus berlanjut setiap tahun sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan belajar, membangun jejaring internasional, serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen UAI dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta pengembangan mahasiswa yang unggul, berdaya saing global, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Melalui keterlibatan aktif dalam forum internasional seperti IGYLS 2026, diharapkan lahir generasi pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi inovatif, memperkuat kolaborasi global, serta menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian bumi demi masa depan yang berkelanjutan.





