Jakarta, 15 Juli 2026 – Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menerima kunjungan delegasi dari Kongju National University (KNU), Korea Selatan, dalam rangka menjajaki peluang pengembangan kerja sama akademik yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan internasionalisasi perguruan tinggi.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor II Universitas Al-Azhar Indonesia, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), seluruh Ketua Program Studi di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi, Direktur Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional (KUI), Dr. Mohamad Ghozali Moenawar, Lc., M.M., serta Kepala Bagian Kantor Urusan Internasional, Muchammad Nasucha, S.S., M.Si.

Sementara itu, dari pihak mitra dibantu oleh Bapak Dr. Ali An Sun Geun sebagai penghubung, dengan membawa dua delegasi, yaitu Jong-Song Oh, Vice Dean, College of Engineering dan ⁠Jaeyoung Han, Associate Professor, Department of Future Automotive Engineering.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi Kongju National University memaparkan berbagai peluang kerja sama akademik yang dapat dikembangkan bersama Universitas Al-Azhar Indonesia. Salah satu agenda utama adalah sosialisasi mengenai program beasiswa Magister (S2) yang didanai oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA). Program ini menawarkan beasiswa penuh (fully funded) bagi mahasiswa dari seluruh program studi di Fakultas Sains dan Teknologi untuk melanjutkan studi di Kongju National University, Korea Selatan.

Selain peluang beasiswa S2 bagi Fakultas Sains dan Teknologi, kedua institusi juga mendiskusikan potensi pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk penyediaan beasiswa Magister (S2) bagi program studi di fakultas lain, beasiswa Doktor (S3), collaborative teaching, joint research, serta lecturer exchange. Berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik, mendorong kolaborasi riset internasional, serta meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa di kedua institusi.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, UAI dan Kongju National University sepakat untuk melanjutkan proses kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung kerja sama antarinstitusi, yang kemudian akan diikuti dengan penyusunan dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna mengimplementasikan berbagai program kolaborasi yang telah didiskusikan.