Jakarta, 15 Juli 2026 – Direktorat Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni (DKKA) Universitas Al–Azhar Indonesia (UAI) melakukan kunjungan ke Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Rabu (15/7), dalam rangka menghadiri pemutaran film pendek berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh PT Curaweda Palagan Innotech. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penjajakan awal kerja sama strategis antara Universitas Al–Azhar Indonesia dan PT Curaweda Palagan Innotech dalam bidang pengembangan daya kreativitas dan kewirausahaan mahasiswa yang berbasis teknologi AI.
Tim DKKA UAI dipimpin oleh Andri Hadiansyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog., selaku Direktur Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni bersama jajaran tim DKKA. Dalam kesempatan tersebut, rombongan disambut langsung oleh Azhar Muhammad Fuad, CEO sekaligus Founder PT Curaweda Palagan Innotech.
Dalam diskusi yang berlangsung, kedua belah pihak membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan kreatifitas mahasiswa dan implementasi teknologi AI pada bidang kewirausahaan, khususnya untuk mendukung upaya pelestarian budaya salah satunya. PT Curaweda Palagan Innotech sendiri merupakan perusahaan teknologi Indonesia yang berfokus pada pembangunan ekosistem digital melalui pemanfaatan AI, platform perangkat lunak, dan solusi transformasi digital guna membantu berbagai organisasi bekerja secara lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Salah satu topik utama yang menjadi pembahasan adalah potensi pemanfaatan teknologi AI dalam mendokumentasikan, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat serta pengembangan daya kreatifitas dan kewirausahaan mahasiswa. Dalam konteks tersebut, DKKA UAI menyampaikan inisiatif yang tengah dikembangkan bersama Pemerintah Kota Batam dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, yaitu pengembangan pelestarian budaya berbasis AI yang mengangkat warisan budaya Gurindam Dua Belas sebagai bagian dari identitas budaya Melayu dan pengembangan UMKM sekitar.
Selain melakukan diskusi mengenai peluang kerja sama,DKKA UAI juga berkesempatan menyaksikan secara langsung pemutaran film pendek bertema Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika yang diproduksi menggunakan teknologi Artificial Intelligence. Film tersebut ditayangkan di Museum Indonesia Lantai 3, TMII, sebagai salah satu bentuk pemanfaatan AI dalam penyajian narasi sejarah dan edukasi kepada masyarakat.
Tidak hanya menyaksikan pemutaran film, Tim DKKA juga merasakan pengalaman interaktif berbasis AI yang disediakan oleh PT Curaweda Palagan Innotech. Melalui teknologi tersebut, pengunjung dapat berfoto virtual bersama Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, serta memperoleh affirmation words yang dicetak secara langsung sebagai pesan inspiratif dan kenang-kenangan bagi setiap pengunjung Museum Indonesia.
Film pendek bertema KTT Asia Afrika tersebut dijadwalkan akan terus diputar di Museum Indonesia TMII hingga Desember 2026, sehingga masyarakat luas memiliki kesempatan untuk menikmati pengalaman edukatif yang memadukan teknologi AI dengan nilai-nilai sejarah bangsa.
Melalui pertemuan ini, Universitas Al–Azhar Indonesia dan PT Curaweda Palagan Innotech berharap dapat mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi strategis di masa mendatang. Tidak hanya dalam bidang Artificial Intelligence, tetapi juga pengembangan inovasi, pendidikan, pelestarian budaya, pemberdayaan mahasiswa, serta berbagai program lain yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi kedua belah pihak.
Kunjungan ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri teknologi, sehingga pemanfaatan AI dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia dan kemampuan wirausaha di era transformasi digital.


