Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) melepas 815 lulusan program sarjana dan magister dalam Wisuda ke-34 di Ballroom Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. Wisuda ini menandai berakhirnya masa studi para lulusan sekaligus awal perjalanan mereka untuk mengembangkan kompetensi dan berkontribusi di dunia profesional maupun masyarakat.

Wakil Rektor I UAI, Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., melaporkan bahwa Wisuda ke-34 diikuti 737 lulusan program sarjana dan 78 lulusan program magister. Dari total 815 lulusan, sebanyak 117 orang atau 14,36 persen meraih predikat cum laude. Prosesi wisuda dilaksanakan secara luring dan daring.

Prof. Taufik juga menyampaikan bahwa 332 lulusan telah bekerja di instansi pemerintahan, sektor swasta, atau menjalankan usaha. UAI turut memberikan apresiasi kepada empat mahasiswa yang menjalani perkuliahan sambil bekerja dan membiayai pendidikan secara mandiri. Apresiasi juga diberikan kepada tujuh lulusan penghafal Al-Qur’an (huffadz) yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz, serta lulusan termuda dan tertua, lulusan dari daerah terjauh dan terdekat, serta peraih IPK tertinggi dari setiap fakultas dan program magister.

Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal perjalanan baru bagi para lulusan. Ia mengapresiasi perjuangan mahasiswa selama menempuh pendidikan, mulai dari mengikuti perkuliahan dan magang hingga menyusun serta mempertanggungjawabkan skripsi atau tesis. Menurutnya, proses tersebut membentuk ketekunan, kedewasaan, dan tanggung jawab intelektual yang menjadi bekal setelah lulus.

“Ke mana pun langkah membawa Anda pergi nanti, peganglah tiga kompas kehidupan ini: pertama, jagalah integritas; kedua, teruslah bertumbuh dan belajar sepanjang hayat; dan ketiga, jadilah generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, terbuka terhadap kemajuan, dan berani melahirkan inovasi.”

UAI juga mengembangkan Rumah Qur’an dan asrama mahasiswa sebagai bagian dari pembinaan karakter dan spiritualitas. Dalam sambutannya, Prof. Widodo mengajak para orang tua untuk mendukung upaya tersebut. Pengembangan pendidikan di UAI tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan lulusan yang berintegritas, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Wisuda ke-34 turut dihadiri Ketua Pembina YPI Al Azhar, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. Dalam acara tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Republik Indonesia, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak melalui Ketahanan Keluarga: Ikhtiar Bersama Mewujudkan Indonesia yang Unggul”.

Aranda Ilham Zubair dari Program Studi Teknik Elektro ditetapkan sebagai Wisudawan Terbaik dan Berprestasi Universitas untuk program sarjana. Penilaian mencakup indeks prestasi kumulatif (IPK), masa studi, prestasi akademik dan nonakademik, keaktifan berorganisasi, keterlibatan dalam kegiatan kemahasiswaan, etika, serta karakter inspiratif. Adapun predikat Wisudawan Terbaik dan Berprestasi Program Magister diraih Siti Mimah Rohimah dari Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam. Sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya, Aranda memperoleh hadiah berupa kesempatan menunaikan ibadah umrah.

Prosesi wisuda dilanjutkan dengan penyerahan ijazah dan pemindahan tali kuncir kepada para lulusan dari setiap fakultas, baik secara langsung maupun daring. Acara juga mencakup pembacaan ikrar Prasetya Sarjana UAI oleh perwakilan mahasiswa terbaik.

Melalui Wisuda ke-34, UAI melepas 815 lulusan dengan bekal ilmu pengetahuan, kompetensi, integritas, dan nilai-nilai keislaman untuk memasuki dunia profesional dan berkontribusi kepada masyarakat.