Ulama asal Makkah, Dr. Jamal Al-Fazzani, mengisi khutbah setelah salat Zuhur di Masjid Agung Al Azhar pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan akademik beliau bersama Dr. Abdulrahman Thalib ke Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) setelah mengisi kuliah umum Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo.
Khutbah zuhur ulama dari Makkah dihadiri oleh Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, beserta jajaran pimpinan UAI dan Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) UAI. Bahrul Ulum, B.Sc.,M.A.,Ph.D., selaku Wakil Dekan FPP UAI berkesempatan menjadi penerjemah Dr. Jamal Al-Fazzani.
Dr. Jamal Al-Fazzani membuka khutbahnya dengan menyampaikan rasa cinta kepada masyarakat Indonesia. Ia bercerita bahwa Indonesia merupakan bangsa yang menerima Islam secara damai dan sukarela tanpa pertumpahan darah. Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki hubungan yang erat dengan Tanah Suci melalui ibadah haji dan wakaf umat Islam Indonesia di Makkah dan Madinah. “Kami datang jauh-jauh dari Madinah ke Indonesia karena kami sangat mencintai masyarakat Indonesia,” ujarnya di hadapan jamaah.
Dalam khutbahnya, Dr. Jamal turut menjelaskan besarnya kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya. Ia mengutip kisah tentang kerinduan Rasulullah SAW kepada umat Islam yang hidup setelah masa beliau, namun tetap menjaga keimanan dan ajaran Islam.
Selain itu, Ia juga menyinggung kontribusi masyarakat Indonesia terhadap pengembangan wakaf di Tanah Suci, khususnya di Makkah dan Madinah. Menurutnya, banyak jamaah dan tokoh asal Indonesia yang mewakafkan hartanya demi kepentingan umat di Haramain sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan pelayanan Islam.
Menjelang bulan Dzulhijjah, Dr. Jamal Al-Fazzani turut mengingatkan jamaah mengenai keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak amal saleh seperti zikir, tahlil, sedekah, dan berbagai bentuk ibadah lainnya pada hari-hari yang penuh keutamaan tersebut.
Khutbah ulama Makkah setelah salat Zuhur menjadi bagian dari penguatan syiar Islam di lingkungan Universitas Al-Azhar Indonesia, serta mempererat hubungan akademik dan keislaman antara ulama dari Makkah dengan sivitas akademika UAI dan masyarakat Indonesia.
Bagi calon mahasiswa yang ingin merasakan pengalaman belajar bersama ulama dan akademisi internasional serta mendalami kajian Islam yang aplikatif dan kontekstual, Universitas Al-Azhar Indonesia adalah tempat yang tepat. Mari bergabung bersama UAI sekarang juga melalui penerimaan.uai.ac.id.





