Jakarta, 24 Mei 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Al-Azhar Indonesia (FEB UAI) bersama TDA Jakarta Selatan menggelar kegiatan bertajuk “Connect and Collaborate FEB UAI x TDA Jakarta Selatan” dan Launching EZ Count. Kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan komunitas bisnis dalam mendukung pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Al-Azhar Indonesia ini dipimpin langsung oleh Dr. Hanny Nurlatifah selaku Dekan FEB UAI bersama Syurmita, SE, Ak, MSc selaku Ketua Program Studi Akuntansi FEB UAI. Acara ini menghadirkan mahasiswa, pelaku UMKM, entrepreneur muda, serta komunitas bisnis untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam membangun ekosistem usaha yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Dalam sambutannya, Dr. Hanny Nurlatifah menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebihbanyak entrepreneur yang tidak hanya memiliki keberanian memulai usaha, tetapi juga memilikikemampuan manajerial, literasi keuangan, dan kemampuan adaptasi teknologi yang baik. Menurutnya, entrepreneur terdidik memiliki peran penting dalam menciptakan bisnis yang lebih profesional, berkelanjutan, dan mampu bersaing di era digital.
Hal tersebut menjadi sangat relevan mengingat UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Saat ini, UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 65 juta unit usaha, berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta menyerap hampir 97 persen tenaga kerja Indonesia. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mencetak lulusan pencari kerja, tetapi juga melahirkan pencipta lapangan kerja yang inovatif, profesional, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Dr. Hanny Nurlatifah.
Ia juga menjelaskan bahwa tantangan UMKM saat ini tidak hanya terkait modal dan pemasaran, tetapi juga pengelolaan keuangan, digitalisasi usaha, serta kemampuan membaca peluang pasar. Oleh karena itu, kolaborasi antara kampus dan komunitas entrepreneur seperti TDA dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus mendukung pengembangan UMKM Indonesia.
Melalui Program Studi Akuntansi dan Manajemen, FEB UAI terus memperkuat pendidikanberbasis praktik dan kolaborasi industri. Program Studi Akuntansi FEB UAI memiliki keunggulan dalam bidang akuntansi digital, auditing, perpajakan, serta pengelolaan keuangan berbasis teknologi. Sementara itu, Program Studi Manajemen unggul dalam pengembangan strategi bisnis, kewirausahaan, pemasaran digital, dan inovasi bisnis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peluncuran aplikasi EZ Count, sebuah aplikasi pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha yang dikembangkan sebagai karya nyata FEB UAI dalam mendukung transformasi digital UMKM.
Aplikasi EZ Count diharapkan dapat membantu pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam melakukan pencatatan keuangan secara lebih mudah, praktis, dan profesional sehingga mampu meningkatkan tata kelola usaha dan daya saing bisnis di era digital. Kehadiran aplikasi ini juga menjadi bukti nyata kontribusi dunia akademik dalam menghadirkan solusi yang aplikatif dan relevan bagi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Dr. Hanny Nurlatifah berharap kegiatan Connect and Collaborate dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan antara perguruan tinggi, komunitas bisnis, danmasyarakat. “Ketika dunia akademik, komunitas, dan pelaku usaha berjalan bersama, maka inovasi tidak hanya menjadi gagasan, tetapi menjadi solusi nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Program Studi Akuntansi Universitas Al-Azhar Indonesia menjadi pilihan tepat bagi calon mahasiswa yang ingin menguasai akuntansi digital, auditing, perpajakan, serta pengelolaan keuangan berbasis teknologi dengan pembelajaran yang terhubung langsung dengan dunia industri dan kebutuhan bisnis saat ini. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui penerimaan.uai.ac.id.








