Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Al-Azhar Indonesia (FIB UAI) bekerja sama dengan Organisasi Riset ARBASTRA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan Sharing Session bertema “Strategi Menyusun Proposal Hibah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Skema Kompetisi dan Ekspedisi BRIN Tahun 2026” pada Rabu, 10 Juni 2026, bertempat di Ruang 317 C. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat kapasitas dosen dan peneliti FIB UAI dalam menyusun proposal hibah riset yang kompetitif dan berpeluang memperoleh pendanaan dari BRIN.

Acara dibuka oleh Dekan FIB UAI, Dr. Iin Suryaningsih, S.S., M.A., yang menyampaikan harapan agar kegiatan ini mendorong para dosen untuk aktif mengajukan hibah penelitian ke BRIN dan berhasil memperoleh pendanaan. Turut hadir dari pihak BRIN, Kepala Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN, Ade Mulyana, S.Pd., M.Hum., yang menyampaikan apresiasi kepada UAI dan berharap kerja sama antara kedua institusi dapat terus berlanjut. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara FIB UAI dan BRIN.

Sharing Session bersama BRIN

Sesi berbagi pengalaman dipandu oleh moderator Dr. Soraya, S.Pd., M.Hum., selaku Wakil Dekan FIB UAI, dan menghadirkan dua narasumber dari BRIN. Narasumber pertama, Dr. Mu’jizah, M.Hum., Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan BRIN, berbagi pengalaman langsung dari dua proposal yang berhasil lolos pendanaan RIIM. Pemateri memaparkan kunci keberhasilan proposal, di antaranya pentingnya latar belakang yang kuat dengan data yang konkret, rumusan masalah yang tajam, pendekatan multidisiplin dan multi-institusi, serta luaran yang ambisius namun terukur.

Narasumber kedua, Dr. Fairul Zabadi, M.Pd., Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN, memaparkan strategi penyusunan proposal dari sudut pandang reviewer. Ia menekankan bahwa proposal yang unggul bukan yang paling panjang, melainkan yang memiliki alur logis, mulai dari masalah strategis, research gap, novelty, tujuan, metode, luaran, hingga dampak. Dr. Fairul juga memperkenalkan formula 7 langkah dalam menyusun latar belakang yang kuat, serta mengingatkan para peserta untuk menulis proposal berdasarkan apa yang ingin dinilai reviewer, bukan sekadar apa yang ingin diteliti.

Sharing session Strategi Menyusun Proposal Hibah RIIM BRIN 2026 menjadi bagian dari komitmen FIB UAI dalam mendorong budaya riset yang kompetitif di kalangan dosen, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis dengan lembaga riset nasional untuk menghasilkan penelitian yang berdampak bagi Indonesia.