Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Muhammad Iqbal Firmansyah, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sore pada Selasa, 19 Mei 2026 di Masjid Agung Al Azhar. Kultum sore kali ini bertema Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini?. Anggota KMPS Akuntansi tersebut mengajak jamaah untuk merenungkan kembali nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan dalam kehidupan sehari-hari.

Iqbal membuka kultum sore dengan mengajak hadirin untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang sering kali luput dari perhatian, seperti kesehatan, kesempatan beribadah, dan kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari. Menurutnya, manusia kerap lebih mudah mengingat kesulitan dibandingkan menyadari banyaknya kemudahan yang telah diberikan Allah.

Dalam penyampaiannya, Iqbal menyampaikan pertanyaan reflektif kepada hadirin, yaitu apakah diri mereka telah bersyukur pada hari itu. Ia menilai rasa syukur tidak hanya diwujudkan ketika seseorang memperoleh pencapaian besar, tetapi juga melalui penghargaan terhadap nikmat-nikmat sederhana yang hadir setiap hari.

Mengutip Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7, Iqbal menjelaskan bahwa Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Oleh karena itu, syukur menjadi salah satu kunci untuk memperoleh keberkahan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ketenangan hati, rezeki, hingga ilmu pengetahuan. “Bersyukur bukan berarti menunggu kita menjadi kaya raya atau sukses besar dulu. Bersyukur adalah tentang bagaimana kita menghargai apa yang ada di tangan kita saat ini,” ujarnya.

Iqbal juga memaparkan tiga bentuk syukur yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu syukur dengan hati, syukur dengan lisan, dan syukur melalui perbuatan. Ketiganya menjadi cara untuk mengakui nikmat Allah sekaligus memanfaatkannya dalam kebaikan dan ketaatan.

Menutup kultum sore, Iqbal mengingatkan bahwa waktu ashar merupakan salah satu momen penting untuk melakukan refleksi diri dan bersyukur atas aktivitas yang telah dijalani sepanjang hari. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari agar setiap nikmat yang diterima dapat menghadirkan keberkahan.