Pada Jumat, 30 Oktober 2026, Sekolah Bahasa (Sebasa) Lemdiklat Polri melakukan kunjungan ke Pusat Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok UAI dalam rangka pengenalan bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok. Kunjungan yang dihadiri kurang lebih 22 orang ini disambut hangat oleh perwakilan Pusat Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Wang Daxin selaku Direktur Pihak Tiongkok.

Dalam sambutannya, Wang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang sebentar lagi akan menyelesaikan pembelajaran bahasa Mandarin. Ia juga menyampaikan bahwa PBMKT UAI dan Sebasa Lemdiklat Polri telah menjalin kerjasama yang baik selama bertahun-tahun dalam penyelenggaraan pelatihan bahasa Mandarin bagi anggota kepolisian. Wang berharap bahwa para peserta didik dapat menerapkan ilmu yang telah dipelajari untuk membangun jembatan komunikasi melalui bahasa Mandarin, serta menjadi duta persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

Sejalan dengan Wang Daxin, AKBP M. Triza selaku Kepala Bagian Pembinaan Siswa Sebasa Lemdiklat Polri juga menyampaikan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang guna mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok. Melalui kunjungan ini, para peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan serta memahami bahwa bahasa tidak hanya berkaitan dengan menghafal kosakata saja, tetapi juga menjadi sarana mengenal budaya dari latar belakang yang berbeda.

Kegiatan ini juga diisi oleh penampilan dari kedua belah pihak. Dari pihak PBMKT UAI, Naurah Hafizhah Firdaus, mahasiswa program studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok tingkat empat, tampil membawakan lagu berjudul “Lao Shu Ai Da Mi”. Sementara itu, para peserta didik Sebasa Lemdiklat Polri tampil menyanyi sambil membawakan tarian kreasi mereka yang berisikan pengenalan diri. Setelah sesi penampilan dan tukar hadiah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kelas budaya yang didampingi oleh guru relawan PBMKT UAI, Tang Eryuan, yang mengajarkan bagaimana cara melukis panda menggunakan kuas. Kegiatan kemudian ditutup dengan para peserta didik Sebasa Lemdiklat Polri melakukan simulasi ujian HSK 1.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PBMKT UAI dalam memperkenalkan bahasa dan kebudayaan Tiongkok melalui pengalaman belajar secara langsung. Kolaborasi dengan Polri juga menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Mandarin dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas interaktif yang tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga pemahaman lintas budaya.