Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyambut kedatangan dua akademisi dari University of Edinburgh, Prof. John Ravenscroft dan Elizabeth McCann, dalam rangka memperkuat kolaborasi akademik dan riset internasional di bidang pengembangan kurikulum pendidikan inklusif. Kedua akademisi tersebut tiba di Jakarta pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 15.30 WIB, dan disambut hangat oleh Dr. Nanang Haroni, S.Ag., M.Si., selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UAI, dan Cut Meutia Karolina, S.I.Kom., M.I.Kom., selaku Indonesian Lead Project.
Proyek Kolaboratif 2026: Academic Success for Research with Visual Impairment
Kolaborasi antara UAI dan University of Edinburgh telah terjalin sejak tahun 2024. Kerja sama tersebut kemudian berlanjut pada tahun 2025 melalui dukungan hibah British Council Global dalam skema Going Global Partnership, yang membuka ruang pengembangan penelitian yang lebih inklusif dan aksesibel. Melalui kolaborasi ini, kedua perguruan tinggi berkomitmen mendorong praktik riset yang ramah bagi penyandang disabilitas, baik dari sisi peneliti maupun ekosistem penelitian.
Pada tahun 2026, kerja sama antara kedua perguruan tinggi tersebut kembali dilanjutkan melalui proyek kolaboratif bertajuk “Academic Success for Research with Visual Impairment”, yang berfokus pada penguatan ekosistem riset dan pendidikan tinggi yang ramah bagi penyandang disabilitas netra. Proyek ini diketuai oleh Cut Meutia Karolina, S.I.Kom., M.I.Kom., selaku Indonesian Lead Project, didampingi Gusmia Arianti, S.E., M.Si., sebagai Indonesian Deputy, dengan mitra internasional Prof. John Ravenscroft dan Elizabeth McCann dari University of Edinburgh.
Rangkaian Agenda Selama Kunjungan
Selama berada di Indonesia pada 25–29 Januari 2026, Prof. John Ravenscroft dan Elizabeth McCann dijadwalkan mengikuti berbagai agenda akademik sebagai narasumber dan mitra diskusi. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi dialog dengan peneliti netra di Bandung dan Jakarta, menjadi narasumber dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar Indonesia, berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar oleh British Council di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), kunjungan ke Pesantren Tunanetra, serta keterlibatan dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan, termasuk Komisi Nasional Disabilitas, pengelola asosiasi jurnal, dan perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari sejumlah perguruan tinggi. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pelatihan bagi pengelola jurnal yang dilaksanakan secara hybrid.
Sekilas Informasi Seminar Internasional di UAI
Dalam rangkaian kegiatan kunjungan ini, Prof. John Ravenscroft dan Elizabeth McCann hadir sebagai narasumber dalam International Seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Al-Azhar Indonesia pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Auditorium UAI Lantai 3. Seminar ini mengangkat tema “Academic Success for Research with Visual Impairment”, yang membahas praktek serta tantangan dalam mewujudkan riset yang inklusif bagi penyandang disabilitas netra.
Seminar Internasional ini mengundang Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, (Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional), dan Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. (Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek) sebagai Keynote Speakers. Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Widodo Muktiyo (Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia), Muhaimin Syamsuddin (Head of Education British Council Indonesia), Dr. Rachmita Maun Harahap, ST., M.Si. (Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Indonesia), dan Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. (Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III).
Selain Prof. John Ravenscroft dan Elizabeth McCann, terdapat dua pemateri yang berasal dari kementerian. Kedua narasumber tersebut yaitu Ratri Nurinda Kusumawati (Subkoordinator Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Selama Bekerja Kementerian Ketenagakerjaan RI) dan Tina Camelia Zonneveld (Pekerja Sosial Ahli Muda Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI).
Komitmen UAI Dorong Pendidikan Tinggi Inklusif
Melalui kunjungan dua akademisi asal University of Edinburgh, Universitas Al-Azhar Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendorong pengembangan ekosistem riset dan pendidikan tinggi yang inklusif dan ramah disabilitas.
Supported by funding from the British Council Going Global Partnerships programme. Going Global Partnerships supports universities, colleges and wider education stakeholders around the world to work together towards stronger, equitable, inclusive, more internationally connected higher education, science and TVET. Through international partnerships, system collaborations and opportunities to connect and share, we enable stronger transnational education, more collaborative research, higher quality delivery enhanced learner outcomes and stronger, internationalised, equitable and inclusive systems and institutions. This leads to stronger higher education, research and TVET systems around the world that can support fairer social and economic growth and address national and global challenges all backed up by mutually beneficial international relationships.