Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan kegiatan Open Lab bertajuk Jadi Ahli Gizi Sehari dengan tema “Berat Badan Sama, Tapi Kok Aku dan Dia Berbeda” pada Sabtu, 27 Februari 2026, bertempat di Ruang 317C. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi interaktif bagi peserta untuk mengenal lebih dekat dunia ilmu gizi, sekaligus memperkenalkan Program Studi Gizi UAI kepada siswa SMA sederajat serta masyarakat yang tertarik menekuni bidang gizi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Gizi UAI, Andi Muh Asrul Irawan, S.Gz., M.Si., para dosen dan tenaga laboratorium Program Studi Gizi, mahasiswa, serta tim Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Al-Azhar Indonesia. Open Lab ini juga diikuti oleh peserta dari siswa SMA sederajat yang ingin mengenal lebih dekat dunia ilmu gizi dan fasilitas pembelajaran di UAI.

Ketua Program Studi Gizi UAI, Andi Muh Asrul Irawan, S.Gz., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Open Lab ini bertujuan meluruskan pemahaman masyarakat mengenai hubungan antara berat badan dan kondisi kesehatan tubuh. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memperkenalkan profil Program Studi Gizi UAI, mulai dari status akreditasi, kurikulum, hingga berbagai capaian program studi. Kaprodi Gizi turut menjelaskan bahwa Prodi Gizi UAI saat ini membuka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta Program Profesi Nutrisionis dan Dietisien yang dapat ditempuh selama satu tahun dengan keunggulan pengembangan konsep Halal Nutripreneur. “Berat badan bisa saja sama, tetapi komposisi lemak dan ototnya bisa berbeda. Rasio inilah yang menentukan tingkat kebugaran seseorang,” jelas beliau.

Pengecekan Komposisi Tubuh dan Edukasi Ilmiah

Dalam sesi materi, Dosen Program Studi Gizi UAI, Elma Alfiah, S.Gz., M.Si., menjelaskan bahwa angka pada timbangan tidak selalu mencerminkan kondisi kesehatan seseorang. Berat badan merupakan gabungan dari berbagai komponen tubuh, seperti massa otot, lemak, cairan tubuh, serta massa tulang. Beliau juga menyoroti fenomena skinny fat, yaitu kondisi ketika seseorang terlihat kurus tetapi memiliki lemak viseral tinggi yang berisiko bagi kesehatan organ tubuh dan sering kali tidak terlihat secara kasat mata.

Peserta kemudian mengikuti pengecekan komposisi tubuh menggunakan alat InBody berbasis bioimpedance analysis (BIA) untuk mengetahui persentase lemak, massa otot, kadar cairan tubuh, hingga distribusi lemak dalam tubuh. Kaprodi menjelaskan tata cara membaca laporan dari InBody secara lengkap.

Selain sesi materi dan pengecekan komposisi tubuh, peserta juga mengikuti tur laboratorium untuk mengenal fasilitas pembelajaran yang dimiliki Program Studi Gizi UAI. Peserta diajak mengunjungi Laboratorium Antropometri, Laboratorium Dietetik dan Kuliner, serta Laboratorium Kimia-Biokimia Pangan. Dalam tur ini, dosen memperkenalkan berbagai alat praktikum sekaligus menjelaskan bagaimana mahasiswa mempelajari ilmu gizi secara langsung melalui kegiatan laboratorium.

Melalui kegiatan Open Lab ini, Program Studi Gizi UAI menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif sekaligus memperkenalkan pendekatan ilmiah dalam memahami kesehatan tubuh. Peserta diajak melihat kesehatan secara lebih komprehensif, tidak hanya berdasarkan angka pada timbangan, tetapi melalui analisis komposisi tubuh yang lebih mendalam dan berbasis sains. Mari bergabung sekarang juga di Universitas Al-Azhar Indonesia!