Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan kuliah umum “Bahasa, Sastra, dan Linguistik Forensik” di Auditorium UAI pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara FIB UAI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai upaya memperkuat sinergi akademik dan riset di bidang bahasa, sastra, serta budaya.

Acara ini dihadiri oleh Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, beserta jajaran Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UAI. Selain itu, mahasiswa dari Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Arab, Bahasa dan Kebudayaan Inggris, Bahasa dan Kebudayaan Jepang, hingga Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok turut hadir.

Kegiatan dibuka dengan laporan acara yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UAI, Dr. Iin Suryaningsih, S.S., M.A. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi pembuka kegiatan akademik semester awal sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para pakar di bidang bahasa dan sastra. Kegiatan ini juga membuka peluang penerapan tridharma perguruan tinggi melalui kolaborasi bersama BRIN, yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan bahasa dan sastra.

Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menyampaikan bahwa kuliah umum bersama BRIN ini merupakan implementasi nilai VELOCITY, yaitu kolaborasi (collaboration). “Kita tidak bisa hebat sendiri, kita harus saling bergotong royong untuk membangun kualitas pendidikan tinggi dan peradaban Indonesia,” ujar beliau. Rektor juga mengingatkan dosen untuk terus aktif dalam riset dan melibatkan mahasiswa dalam pengembangan kampus. Menurut beliau, urgensi penelitian bahasa di tengah pesatnya perkembangan teknologi harus diiringi dengan upaya menjawab berbagai persoalan kemanusiaan yang ada di sekitar.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Implementation of Agreement (IA) antara BRIN dan FIB UAI yang diwakili oleh Dekan FIB UAI, Dr. Iin Suryaningsih, S.S., M.A., bersama Ade Mulyanah, S.Pd., M.Hum. dari BRIN. Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua lembaga dalam memperkuat kolaborasi riset, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pertukaran wawasan akademik.

Diskusi Penelitian Bahasa dan Sastra hingga Linguistik Forensik

Kuliah umum menghadirkan Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Or Arbastra) BRIN RI.Dr. Herry Jogaswara, M.A., selaku keynote speaker. Dalam keynote speech-nya, ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kata kunci dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset. “Kegiatan riset dan hasil-hasilnya pada dasarnya dapat menjadi landasan dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi saat ini,” ujar Kepala Or Arbastra BRIN.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para narasumber yang dipandu oleh Dr. Li Nurdiana, S.Psi., M.Hum. selaku moderator. Sesi pertama dibuka dengan pemaparan dari Ade Mulyanah, S.Pd., M.Hum., Kepala Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN RI. Dalam materinya, ia menjelaskan pengembangan riset bahasa, sastra, dan komunitas berbasis digital humaniora serta korpus linguistik. Narasumber juga memaparkan pemanfaatan data kebahasaan untuk mendukung penelitian, pengembangan teknologi bahasa, dan pelestarian identitas budaya.

Dr. Makyun Subuki, M.Hum., selaku praktisi dan pakar linguistik forensik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah mengisi diskusi sesi kedua. Dalam pemaparannya, Ia menjelaskan peran linguistik forensik dalam mengungkap fakta melalui analisis bahasa, termasuk penerapannya dalam ranah hukum dan investigasi. Dr. Makyun menegaskan bahwa memahami bahasa berarti memahami manusia, karena bahasa merefleksikan cara berpikir, identitas, serta konteks sosial seseorang.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif berdiskusi bersama para narasumber. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa memperoleh wawasan baru terkait pengembangan riset bahasa dan sastra, sekaligus memahami penerapan ilmu linguistik dalam berbagai bidang keilmuan.

Kuliah Umum bersama BRIN menjadi bagian dari upaya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Al-Azhar Indonesia (FIB UAI) dalam memperkuat pengembangan akademik dan riset, khususnya di bidang bahasa, sastra, dan budaya melalui kolaborasi dengan lembaga riset.