Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ibrahim Nur Wahid, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sore bertema pentingnya menjaga kebersihan hati di Masjid Agung Al-Azhar pada Rabu, 29 April 2026. Mahasiswa angkatan 2023 penerima Beasiswa Tahfiz yang tergabung dalam KMPS Akuntansi tersebut mengajak jamaah untuk merenungkan kembali makna keberhasilan dalam kehidupan.
Ibrahim membuka kultumnya dengan menyoroti realitas kehidupan modern yang dipenuhi persaingan. Menurutnya, keinginan untuk berhasil, unggul, dan diakui merupakan hal yang wajar. Namun, persoalan muncul ketika pencapaian tersebut dibayar dengan hati yang dipenuhi iri, dengki, dan ketidakikhlasan terhadap keberhasilan orang lain.
Ibrahim mengingatkan bahwa manusia sering kali terlalu fokus mengejar capaian duniawi, seperti prestasi akademik, jabatan, atau pengakuan sosial. Padahal, hal yang benar-benar dibawa saat kembali kepada Allah bukanlah pencapaian materi, melainkan kondisi hati.
Ibrahim mengutip firman Allah dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 88-89 yang menjelaskan bahwa harta dan anak tidak akan berguna pada hari akhir, kecuali bagi mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih. “Kemenangan sejati bukan hanya tentang apa yang berhasil diraih, tetapi bagaimana seseorang menjaga hatinya tetap bersih di tengah perjalanan hidup,” ujarnya.
Ia juga membagikan kisah seorang sahabat Nabi yang disebut sebagai penghuni surga bukan karena banyaknya amalan lahiriah, tetapi karena tidak menyimpan dengki kepada siapa pun. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kebersihan hati memiliki nilai besar di sisi Allah.
Menurut Ibrahim, hati yang bersih menghadirkan ketenangan dalam menjalani hidup. Sebaliknya, hati yang dipenuhi iri dan amarah akan membuat seseorang mudah gelisah dan sulit merasa cukup.
Melalui kultum sore ini, jamaah diajak untuk lebih sering bermuhasabah, menjaga keikhlasan, serta melatih diri untuk menahan ego dan prasangka buruk. Kebersihan hati dipandang sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan dunia sekaligus persiapan menuju akhirat.