Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan kegiatan diseminasi sekaligus penutupan proyek Academic Success for Research with Visual Impairment pada Kamis, 21 Mei 2026 di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta Selatan. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi internasional dalam skema Disability Inclusion Partnership yang didukung oleh British Council dan University of Edinburgh. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mendorong pendidikan tinggi yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Diseminasi ini dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga pemerintah, pengelola unit layanan disabilitas perguruan tinggi, komunitas disabilitas, hingga peneliti penyandang disabilitas netra dari berbagai wilayah di Indonesia. Acara juga berlangsung secara hybrid dengan partisipasi peserta secara luring dan daring.
Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi antara UAI dan University of Edinburgh menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas. Beliau menjelaskan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan kerja sama sebelumnya yang menghasilkan rekomendasi kebijakan dan SOP kampus inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas netra. “Semoga hasil riset dan rekomendasi ini dapat mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan pendidikan yang lebih aksesibel dan setara bagi seluruh sivitas akademika,” tutur Rektor.
Pandangan Para Ahli tentang Pendidikan Inklusif
Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto, S.E., M.Ak., mengapresiasi komitmen UAI dalam memperluas kolaborasi internasional di bidang pendidikan inklusif. Menurut beliau, kegiatan ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam memperkuat kualitas akademik dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus meningkatkan awareness perguruan tinggi mengenai pentingnya inklusivitas pendidikan,” ungkap beliau.
Prof. John Ravenscroft dari University of Edinburgh memaparkan pentingnya penguatan aksesibilitas pendidikan dan riset bagi penyandang disabilitas netra melalui dukungan kebijakan dan teknologi yang inklusif. Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Jonna Aman Damanik, juga menegaskan pentingnya pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui akses pendidikan dan akomodasi yang layak di perguruan tinggi.
Diskusi Mewujudkan Pendidikan yang Inklusif
Diskusi dalam kegiatan Academic Success for Research with Visual Impairment menghadirkan empat panelis yang membahas pentingnya pendidikan dan lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Acara ini dipandu oleh Gusmia Arianti, SE., M.Si., selaku Tim Pelaksana Proyek “Academic Success for Research with Visual Impairment”.
Diskusi dibuka dengan pemaparan Dewi Wulandari, S.Si., selaku Ketua Tim Pembelajaran, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Ia menjelaskan kebijakan pendidikan inklusif di perguruan tinggi. Pada sesi kedua, Tim Pelaksana Proyek “Academic Success for Research with Visual Impairment”, Cut Meutia Karolina, M.I.Kom., mempresentasikan hasil studi serta best practice dari University of Edinburgh terkait dukungan bagi peneliti penyandang disabilitas netra.
Ratri Nurinda Kusumawati, selaku Sub Koordinator Promosi dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, menjelaskan pentingnya kolaborasi dalam memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Diskusi ditutup dengan Alabanyo Brebahama, M.Psi., seorang Psikolog dan Peneliti Penyandang Disabilitas Netra. Ia membagikan pengalamannya menghadapi tantangan aksesibilitas di dunia akademik.
Acara diskusi berlangsung dengan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait implementasi dan keberlanjutan hasil penelitian. Salah satunya yaitu menanyakan langkah konkret yang dapat dilakukan perguruan tinggi dalam memperkuat aksesibilitas riset dan pendidikan bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
Melalui kegiatan diseminasi sekaligus penutupan proyek Academic Success for Research with Visual Impairment, Universitas Al-Azhar Indonesia terus memperkuat komitmennya sebagai kampus yang ramah bagi penyandang disabilitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai inklusif dalam pendidikan tinggi.
Bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di kampus yang inklusif, suportif, dan berorientasi global, Universitas Al-Azhar Indonesia menjadi pilihan tepat untuk berkembang bersama. Mari bergabung bersama UAI sekarang juga melalui penerimaan.uai.ac.id.











