Suasana hangat mewarnai kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir, Kuncoro Giri Waseso, beserta jajarannya ke Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) pada Kamis, 9 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rektor menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas berbagai peluang penguatan kerja sama pendidikan antara UAI, Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, dan Universitas Al-Azhar Kairo.

Pertemuan ini turut dihadiri Ketua YPI Al Azhar Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Drs. Nuri Muhammadi, dan Ketua YPI Al Azhar Bidang Dakwah dan Sosial, Dr. Zahrudin, M.A. Dari pihak UAI hadir Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, beserta jajaran pimpinan UAI, dekan fakultas, ketua program studi, serta para dosen Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Arab. Dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Dubes RI untuk Mesir hadir didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, beserta jajaran KBRI Kairo.

Kegiatan diawali dengan penyambutan dan ramah tamah di Ruang Rektor UAI, dilanjutkan dengan perkenalan serta sesi foto bersama. Pertemuan kemudian berlanjut dengan diskusi mengenai penguatan hubungan kelembagaan dan peluang pengembangan kerja sama pendidikan antara UAI, YPI Al Azhar, dan Universitas Al-Azhar Kairo.

Dalam sambutannya, Rektor UAI menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dubes RI untuk Mesir beserta jajaran KBRI Kairo. Beliau menyambut baik terjalinnya komunikasi yang selama ini telah dibangun antara UAI, YPI Al Azhar, dan KBRI Kairo, serta berharap pertemuan tersebut dapat semakin mempererat hubungan antar lembaga dalam mendukung pengembangan pendidikan dan jejaring internasional UAI.

Setelah sesi penyambutan, diskusi dilanjutkan oleh Dubes RI untuk Mesir dengan perwakilan YPI Al Azhar dan UAI. Dalam diskusi tersebut, Dubes RI untuk Mesir menyampaikan dukungan KBRI Kairo terhadap pengembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir serta kesiapan untuk terus memfasilitasi komunikasi antara UAI, YPI Al Azhar, dan Universitas Al-Azhar Kairo. Dari pihak YPI Al Azhar, Dr. Zahrudin menekankan pentingnya memperluas kolaborasi yang telah terjalin, tidak hanya melalui pengakuan (muadalah) SMA Al Azhar, tetapi juga pada bidang pendidikan tinggi, dakwah, dan pengembangan sumber daya manusia.

Perwakilan UAI memaparkan sejumlah peluang kerja sama akademik yang dapat dikembangkan bersama Universitas Al-Azhar Kairo. Beberapa di antaranya meliputi penjajakan program double degree, joint degree, invited lecture, serta penguatan mobilitas akademik bagi mahasiswa dan dosen. Diskusi juga mencakup peluang bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo untuk melanjutkan studi di UAI, baik pada jenjang sarjana maupun pascasarjana.

Pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Mesir menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat hubungan antara UAI, YPI Al Azhar, KBRI Kairo, dan Universitas Al-Azhar Kairo. Melalui sinergi tersebut, UAI terus membuka peluang kolaborasi internasional yang mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat global.