Ketua Pembina Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., mengundang para wisudawan terbaik jenjang sarjana dan magister Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) untuk mengikuti diskusi bersama pada Jumat, 24 April 2026 di Ruang Kepengurusan Yayasan Pesantren Islam Al Azhar.

Diskusi ini dilaksanakan setelah pelaksanaan Wisuda ke-33 UAI yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog akademik yang mempertemukan lulusan terbaik dari berbagai fakultas untuk memaparkan hasil penelitian sekaligus berdiskusi mengenai arah pengembangan keilmuan di masa depan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Pembina YPI Al Azhar, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., Ketua Pengawas YPI Al Azhar, Dr. Ir. Ahmad Husin Lubis, M.Sc., anggota pengawas yayasan, Dr. Shobahussurur, M.A., Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., Agus Wahyu Setiawan, S.T., M.H., selaku Kepala Bagian Pengelolaan Administrasi Akademik, serta Rusdiansyah, S.IP., selaku Ketua Kepanitiaan Wisuda ke-33.

Dalam suasana diskusi yang interaktif, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie turut saling bertukar pikiran dengan para wisudawan terbaik. Beliau tampak antusias mendengarkan pemaparan penelitian yang disampaikan oleh para lulusan dari berbagai bidang keilmuan. Prof. Jimly mengajukan berbagai pertanyaan terkait topik skripsi maupun tesis yang mereka angkat, mulai dari latar belakang penelitian, alasan pemilihan tema, hingga manfaat kajian yang dihasilkan. Beliau juga memberikan masukan terkait pengembangan penelitian dan langkah yang dapat diambil para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Para wisudawan terbaik yang mengikuti diskusi berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UAI. Mereka adalah Faathir Alfath Risdarmawan dari Program Studi Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknologi, Siti Fatimah Nurhajah dari Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Amirah Luthfiyyah Marchellia dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Ilma Hayati Nurul Alamin dari Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Maulida Azzahra dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Raysie Handiyani dari Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Sri Agustina Nadeak dari Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum.

Diskusi Hangat Bersama Wisudawan Terbaik

Beragam tema penelitian dibahas dalam diskusi antara Prof.Jimly dan wisudawan terbaik. Topik yang diangkat meliputi hukum perdata mengenai Undang-Undang Fidusia dan putusan Mahkamah Konstitusi, deteksi pencampuran makanan halal dan haram, konsep halal dan haram dalam perspektif ekonomi Islam, peralihan bahasa Indonesia dan bahasa Jepang, storytelling marketing terhadap minat beli dan brand awareness, hingga isu keberpihakan perempuan dalam partai politik serta keterlibatan calon legislatif perempuan dalam pemilu.

Selain itu, sejumlah isu aktual turut menjadi perhatian dalam diskusi, seperti persoalan kejaksaan, ketenagakerjaan, ekonomi, hukum dan konstitusi, perkembangan digitalisasi dan tantangan media sosial seperti TikTok, hingga kajian budaya dan komunikasi di tengah perubahan zaman.

Salah satu momen yang menarik perhatian hadir dari Sri Agustina Nadeak, wisudawan terbaik Program Magister Ilmu Hukum. Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi kisah perjalanan menjadi mualaf. Sri Agustina mengungkapkan bahwa dirinya mulai tertarik mempelajari Islam setelah sering mendengar lantunan azan, hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, turut mengundang para wisudawan terbaik untuk melanjutkan pendidikan di UAI, baik tingkat magister maupun doktoral. Beliau menyampaikan bahwa UAI memberikan kesempatan bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan dan terus mengembangkan potensi diri di dunia akademik.

Pertemuan ini menjadi salah satu upaya UAI dalam memperkuat hubungan antara lulusan, sivitas akademika UAI, dan keluarga besar YPI Al Azhar, sekaligus mendorong lahirnya generasi akademisi yang terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.