Mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Muhammad Imaduddin Al Khawarizmi angkatan 2022, berhasil meraih Juara Favorit pada kompetisi Chinese Bridge tingkat nasional yang diselenggarakan pada 12-14 Juni 2026 di Merlynn Park Hotel, Jakarta. Prestasi tersebut diraih setelah bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam ajang bahasa Mandarin bergengsi yang menjadi wadah pengembangan kompetensi bahasa dan pemahaman budaya Tiongkok.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi UAI sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat nasional. Selain Imaduddin, UAI juga diwakili oleh Ratu Balqis Ginasih Binarummin yang turut berpartisipasi sebagai delegasi dalam kompetisi tersebut.

Melaju dari Jakarta ke Panggung Nasional

Chinese Bridge merupakan kompetisi bahasa Mandarin yang diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kampus, tingkat provinsi, tingkat nasional, hingga tingkat internasional. Sebelum melaju ke tingkat nasional, delegasi UAI terlebih dahulu mengikuti seleksi tingkat DKI Jakarta pada 23 Mei 2026 dan berhasil menjadi salah satu perwakilan provinsi untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Pada tahun ini, kompetisi tingkat nasional diikuti oleh 26 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta mengikuti serangkaian tahapan penilaian yang meliputi tes tertulis bahasa Mandarin dan pengetahuan tentang Tiongkok, pidato dalam bahasa Mandarin, sesi menjawab pertanyaan secara spontan dari dewan juri, serta penampilan bakat.

Melalui penampilan yang maksimal dan dukungan yang besar dari sivitas akademika UAI, Muhammad Imaduddin Al Khawarizmi berhasil meraih penghargaan Juara Favorit. Penghargaan ini diberikan berdasarkan perolehan dukungan dan voting selama kompetisi berlangsung.

Tampilkan Tari Xinjiang dan Wushu Pedang

Pada kategori penampilan bakat, delegasi UAI menampilkan kemampuan yang mencerminkan penguasaan budaya Tiongkok. Muhammad Imaduddin Al Khawarizmi menampilkan Wushu Pedang, seni bela diri tradisional Tiongkok yang memadukan ketangkasan, kekuatan, dan keindahan gerakan. Ratu Balqis Ginasih Binarummin turut membawakan Tari Xinjiang, salah satu tarian tradisional yang berasal dari wilayah Xinjiang di Tiongkok.

Penampilan keduanya mendapat apresiasi dari penonton dan menjadi bagian penting dari perjalanan UAI dalam kompetisi tersebut. Selain menunjukkan kemampuan berbahasa Mandarin, para peserta juga dituntut untuk memahami dan menampilkan unsur budaya Tiongkok secara baik dan menarik.

Evaluasi dan Peluang Internasional bagi Mahasiswa

Ketua Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok UAI, Dr. Nanda Lailatul Qadriani, S.Pd., M.TCSOL., mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian mahasiswa UAI pada ajang Chinese Bridge tingkat nasional. “Senangnya adalah melihat perkembangan kemampuan bahasa Mandarin dan pengetahuan budaya Tiongkok mahasiswa di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kompetisi tahun ini terasa lebih menantang karena para peserta tampil dengan kualitas yang sangat baik,” ujar beliau.

Nanda juga mengapresiasi dedikasi Muhammad Imaduddin Al Khawarizmi dan Ratu Balqis Ginasih Binarummin yang menjalani persiapan intensif selama kurang lebih dua bulan di tengah kesibukan menyelesaikan studi. Beliau menambahkan bahwa pengalaman menjadi finalis Chinese Bridge tingkat nasional merupakan pencapaian yang berharga karena dapat membuka peluang beasiswa, program akademik, dan berbagai kegiatan internasional yang diselenggarakan oleh pemerintah Tiongkok.

Kehadiran Stella Christie Beri Motivasi Peserta

Acara penutupan Chinese Bridge turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christie bersama sejumlah akademisi, perwakilan pemerintah Indonesia, serta perwakilan pemerintah Tiongkok. Dalam kesempatan tersebut, beliau berbagi pengalaman mengenai perjalanan mempelajari bahasa Mandarin dan pentingnya penguasaan bahasa asing dalam menghadapi tantangan global.

Kehadiran para tokoh pendidikan dan diplomasi tersebut semakin menegaskan peran Chinese Bridge sebagai sarana pertukaran budaya sekaligus penguatan hubungan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi dan jejaring internasional bagi generasi muda Indonesia yang memiliki minat dalam bidang bahasa dan budaya Tiongkok.

Prestasi yang diraih Muhammad Imaduddin Al Khawarizmi serta partisipasi aktif Ratu Balqis Ginasih Binarummin menjadi bukti bahwa mahasiswa UAI mampu bersaing di tingkat nasional. Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok UAI berkomitmen untuk terus meningkatkan pembinaan mahasiswa agar dapat meraih prestasi yang lebih tinggi pada ajang Chinese Bridge maupun kompetisi internasional lainnya.

Tertarik menguasai bahasa Mandarin dan mengenal budaya Tiongkok secara mendalam? Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok UAI adalah tempat yang tepat untuk kamu yang ingin berkembang, berprestasi, dan membuka peluang karier di tingkat global. Mari bergabung sekarang juga melalui penerimaan.uai.ac.id.