Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menggelar kuliah umum bertajuk “Membaca AI secara Kritis” pada Jumat, 12 Juni 2026 di Auditorium UAI Lantai 3. Acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia akademik sekaligus mendorong penggunaan teknologi tersebut secara kritis dan bertanggung jawab. Kegiatan ini dihadiri oleh Kaprodi Ilmu Komunikasi UAI, Dr. Nanang Haroni, S.Ag., M.Si., jajaran dosen, serta mahasiswa Ilmu Komunikasi UAI.

Dalam sambutannya, Dr. Nanang Haroni menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Beliau berharap kuliah umum ini dapat membantu mahasiswa mematangkan rencana penyelesaian karya ilmiah, baik berupa produk karya, jurnal, maupun skripsi.

Memahami Pemanfaatan AI secara Kritis

Kuliah umum menghadirkan dosen Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus content creator, Musfiah Saidah, M.Si. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa AI bukanlah teknologi yang sepenuhnya netral karena dibangun oleh manusia, data, dan nilai-nilai tertentu sehingga berpotensi menghasilkan bias.

Musfiah memaparkan beberapa bentuk bias dalam AI, seperti data bias, representation bias, cultural bias, language bias, dan algorithmic bias. Menurutnya, bias tersebut dapat memengaruhi cara AI menghasilkan informasi, termasuk ketika data yang tersedia lebih banyak merepresentasikan perspektif tertentu dibandingkan konteks lokal yang lebih beragam.

Pemateri menjelaskan bahwa AI kini telah menjadi bagian dari proses produksi pengetahuan. Selain membantu pencarian informasi, AI dapat berperan sebagai penulis, editor, kurator informasi, hingga mitra diskusi. Namun, pengguna tetap perlu melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan karena AI memiliki keterbatasan, seperti AI hallucination, keterbatasan memahami konteks, serta tidak memiliki pengalaman manusia.

Menutup sesi, Musfiah menegaskan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai asisten riset yang membantu mempermudah pekerjaan akademik, bukan sebagai pengganti peneliti. Kemampuan berpikir kritis tetap menjadi aspek penting dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengambilan keputusan.

Kuliah umum “Membaca AI secara Kritis” menjadi bagian dari komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UAI dalam membekali mahasiswa dengan wawasan yang relevan terhadap perkembangan teknologi dan industri komunikasi.

Bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami dunia komunikasi dan perkembangan teknologi digital, Program Studi Ilmu Komunikasi UAI merupakan pilihan yang tepat. Dengan kurikulum yang relevan dan pembelajaran adaptif, mahasiswa dipersiapkan menjadi insan komunikasi yang kompeten dan berdaya saing. Mari bergabung bersama UAI melalui penerimaan.uai.ac.id.