Direktorat Akademik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan kuliah umum mata kuliah Penumbuhan Jiwa Kepemimpinan dan Karakter Korporasi (JK3) bertajuk “Dari Ide, Konsep, Menjadi Tindakan: Eksplorasi Peluang Entrepreneurship dari Kemampuan dan Pengalaman yang Sudah Kita Miliki” di Auditorium UAI Lantai 3 pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ryan Mauladi, S.T., M.B.A., konsultan dan pelatih profesional, yang membahas cara mengenali potensi diri dan mengembangkannya menjadi peluang usaha.
Kuliah umum tersebut diikuti sekitar 200 mahasiswa dari enam program studi, yaitu Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Pendidikan Agama Islam (PAI), Ilmu Hubungan Internasional, Bahasa dan Kebudayaan Inggris, serta Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Dalam pemaparannya, Ryan mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap kewirausahaan. Menurutnya, peluang usaha tidak selalu berawal dari ide besar atau modal yang melimpah, tetapi dapat ditemukan melalui kemampuan, pengalaman, serta kebutuhan di lingkungan sekitar. “Peluang itu ada di mana pun kita berada dengan apa yang kita punya,” ujar Ryan. Ia juga membahas bagaimana perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen membuka kesempatan bagi munculnya berbagai model usaha baru.
Ryan menjelaskan bahwa langkah awal membangun usaha adalah memahami potensi diri, termasuk keterampilan dan pengalaman yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Mahasiswa diajak mengenali kekuatan dan kelemahan melalui analisis personal SWOT serta membangun growth mindset agar terbuka terhadap pembelajaran dan perubahan. Latar belakang pendidikan dapat menjadi fondasi, sedangkan keterampilan dan pengalaman membuka pilihan usaha yang lebih luas.
Selain mengenali potensi diri, mahasiswa diajak mengamati masalah dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar menemukan ide bisnis. Ryan memperkenalkan metode SCAMPER untuk mengeksplorasi dan mengembangkan gagasan. Ia juga menjelaskan tiga aspek untuk menguji ide bisnis, yaitu desirability (kebutuhan pelanggan terhadap solusi), feasibility (kemungkinan solusi untuk diwujudkan), dan viability (kelayakan usaha untuk bertahan secara bisnis). Kerangka Business Model Canvas turut diperkenalkan untuk membantu mahasiswa memahami komponen penting dalam sebuah model usaha.
Sesi berlangsung interaktif melalui diskusi mengenai pengalaman mahasiswa yang telah mencoba berbagai usaha, mulai dari kuliner berbasis pesanan dan layanan kecantikan hingga produksi medali dan pin untuk berbagai acara. Kisah tersebut menjadi contoh bahwa ide usaha dapat berkembang dari minat, keterampilan, dan pengalaman yang sudah dimiliki mahasiswa.
Kuliah umum JK3 memberikan mahasiswa pemahaman mengenai langkah awal membangun usaha, mulai dari mengenali potensi diri dan kebutuhan masyarakat hingga menguji kelayakan ide bisnis.











