Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan Khotmul Qur’an ke-33 pada Selasa, 21 April 2026 di Masjid Agung Al-Azhar. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi 765 calon wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas, mulai dari jenjang S1 hingga S2, sebelum mengikuti rangkaian Wisuda ke-33.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Bidang Dakwah dan Sosial, Dr. H. Zahrudin Sultoni, M.A., beserta jajaran pimpinan YPI Al Azhar. Turut hadir Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Dr. Ir. Achmad Syamsudin, MBA., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., serta para dekan, kepala direktorat, dan jajarannya.

Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, membuka Khotmul Qur’an ke-33 dengan menyampaikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momen refleksi sekaligus penegasan identitas dan fondasi spiritual bagi seluruh peserta. “Ilmu duniawi yang telah Saudara tuntut di bangku kuliah akan menjadi alat yang ampuh untuk membangun peradaban, namun Al-Qur’an lah yang akan menjadi kompas moral agar ilmu tersebut membawa maslahat, bukan mudharat,” tutur beliau.

Ketua Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Bidang Dakwah dan Sosial, Dr. H. Zahrudin Sultoni, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan sesungguhnya bagi para mahasiswa justru dimulai setelah wisuda, sehingga bekal ilmu perlu diiringi dengan kekuatan spiritual. Beliau juga mengajak para lulusan untuk membangun kebiasaan ibadah yang konsisten, seperti salat malam dan membaca Al-Qur’an, meskipun dimulai dari hal sederhana. 

Apresiasi dan Inspirasi Calon Wisudawan Terbaik

Dalam rangkaian Khotmul Qur’an ke-33, Rektor bersama perwakilan YPI Al Azhar menyerahkan mushaf Al-Qur’an secara simbolis kepada tujuh calon wisudawan dan wisudawati terbaik dari tiap fakultas, yakni:

  • Faathir Alfath Risdarmawan (Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi)
  • Siti Fatimah Nurhajah (Psikologi, Fakultas Psikologi dan Pendidikan)
  • Amirah Luthfiyyah Marchellia (Ilmu Hukum, Fakultas Hukum)
  • Ilma Hayati Nurul Alamin (Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya)
  • Maulida Azzahra (Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
  • Raysie Handiyani (Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)
  • Sri Agustina Nadeak (Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum)

Siti Fatimah Nurhajah, salah satu calon wisudawati terbaik, turut menyampaikan kesan dan pesannya. Ia mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas perjalanan akademik yang telah dilaluinya selama berkuliah di UAI. Menurutnya, pengalaman selama berkuliah tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga menguatkan karakter, ketahanan diri, serta kesiapan menghadapi kehidupan setelah lulus.

Peneguhan Nilai melalui Tausiah dan Kebersamaan

Acara ditutup dengan tausiah dan doa yang dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk bercita-cita setinggi mungkin serta senantiasa memohon kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam meraih cita-cita tersebut. Prof. Taufik juga menekankan adanya perbedaan antara bercita-cita dan berkhayal, dan mahasiswa UAI. “Berkhayal hanya sebatas angan-angan tanpa tindakan, sedangkan bercita-cita disertai dengan upaya nyata untuk mencapainya,” jelas Wakil Rektor I.

Selepas Khotmul Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama di halaman Masjid Agung Al Azhar serta foto antar fakultas yang berlangsung di Ruang Auditorium UAI Lantai 3. Sesi ini menjadi ajang untuk mengabadikan momen kebersamaan sekaligus mempererat rasa kekeluargaan di antara para calon wisudawan dan sivitas akademika UAI.

Melalui Khotmul Qur’an Wisuda ke-33, Universitas Al-Azhar Indonesia menegaskan bahwa lulusan UAI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berlandaskan nilai keislaman, serta siap menjadi bagian dari kekuatan moral bangsa di tengah tantangan zaman.