Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) sukses menyelenggarakan Wisuda ke-33 yang berlangsung di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, pada Rabu, 22 April 2026. Momen ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik para wisudawan sekaligus awal langkah baru menuju dunia profesional dan pengabdian di masyarakat.
Wisuda UAI ke-33 diawali dengan laporan Wakil Rektor I Bidang Akademik UAI, Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., yang menyampaikan bahwa prosesi wisuda kali ini diikuti oleh 765 wisudawan dan wisudawati, terdiri atas 689 lulusan program sarjana dan 76 lulusan program magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 132 lulusan atau 17,25 persen meraih predikat cum laude, dengan dominasi lulusan perempuan sebanyak 452 orang dan 313 laki-laki. Dalam laporannya, beliau juga menyoroti berbagai capaian lulusan, di antaranya 407 wisudawan yang telah bekerja di berbagai sektor sebelum wisuda, lima wisudawan penghafal Al-Qur’an, dua wisudawan termuda, hingga wisudawan terjauh dan terdekat. Selain itu, apresiasi turut diberikan kepada para peraih IPK tertinggi dari lima fakultas program sarjana dan lima program magister, serta tujuh nominasi wisudawan terbaik dan berprestasi tingkat universitas.
Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, dalam sambutannya menegaskan bahwa momen ini merupakan penanda perjalanan hidup yang berawal dari mimpi seorang anak, harapan seorang ayah, serta doa panjang seorang ibu. Beliau juga menggambarkan Universitas Al-Azhar Indonesia sebagai rumah besar yang terus dijaga keberlangsungannya.
Rektor berpesan kepada para wisudawan/wisudawati bahwa kemanapun melangkah, ada tiga hal yang perlu dipegang teguh yaitu menjaga integritas, terus belajar sepanjang hayat, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Sejalan dengan itu, beliau mengutip pernyataan Kahlil Gibran, “Hal terbesar dalam hidup bukanlah di mana kita berdiri, melainkan arah yang kita tuju.”
Sebagai bagian dari komitmen UAI dalam membangun generasi unggul, Prof. Widodo juga menyampaikan bahwa UAI tengah mengembangkan Asrama Mahasiswa dan Rumah Qur’an UAI sebagai ekosistem pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa. Beliau mengajak orangtua wisudawan/wisudawati untuk berpartisipasi dalam ikhtiar kebaikan ini.
Acara wisuda ke-33 turut dihadiri oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. (Ketua Pembina YPI Al Azhar), dan Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. yang memberikan sambutan serta motivasi kepada para wisudawan. Alumni UAI, H. Alfian Mahardika, S.H. (Alumni Program Studi Ilmu Hukum UAI) turut meramaikan wisuda dengan menyampaikan orasi ilmiah.
Faathir Alfath Risdarmawan dari Program Studi Teknik Elektro ditetapkan sebagai Wisudawan Terbaik dan Berprestasi Universitas. Penetapan ini didasarkan pada capaian akademik, prestasi, keterlibatan dalam karya ilmiah, etika, sifat inspiratif, serta pengalaman organisasi. Faathir telah menerbitkan sembilan artikel ilmiah di jurnal terindeks Scopus, dan sebagian besar sebagai penulis pertama. Sebagai apresiasi setinggi-tingginya, Universitas Al-Azhar Indonesia memberikan penghargaan berupa kesempatan Umrah gratis kepada Faathir.
Acara berlanjut dengan prosesi penyerahan ijazah dan pemindahan kuncir bagi wisudawan dari setiap fakultas. Prosesi ini diakhiri dengan penyampaian ikrar Prasetya Sarjana UAI oleh perwakilan mahasiswa terbaik.

















