Program Studi Teknologi Pangan Universitas Al-Azhar Indonesia (Prodi Tekpang UAI) menyelenggarakan kuliah umum Global Guest Series yang kedua. Kegiatan kuliah umum bertajuk “Potential Bioactive Peptide in Gut Brain Axis” ini berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, di Ruang Serbaguna UAI.
Kuliah umum Prodi Tekpang kali ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa UAI mengenai peptida bioaktif dan perkembangannya di tingkat global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menghubungkan mahasiswa secara langsung dengan riset dan perspektif internasional di bidang pangan dan kesehatan.
Pada sambutannya, Ketua Program Studi Teknologi Pangan UAI, Lukman Aziz, S.T.P., M.Sc., memperkenalkan konsep peptida bioaktif kepada mahasiswa sebagai pengantar sebelum sesi dimulai. “Ini (peptida bioaktif) adalah salah satu senyawa yang sangat booming akhir-akhir ini, fungsinya terhadap kesehatan luar biasa,” ujar beliau. Kaprodi Tekpang UAI juga menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa Prodi Teknologi Pangan dan Gizi UAI untuk belajar langsung dari pakarnya.
Peptida Bioaktif dan Gut Brain Axis
Acara ini menghadirkan Nisa Alfilasari, S.TP., M.Sc., Ph.D sebagai guest lecturer. Ia merupakan peneliti dari Functional Food and Nutrition Program, Faculty of Agro-Industry, Prince of Songkla University, Thailand, sekaligus dosen kontrak di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.
Dalam sesi pemaparannya, Nisa membuka materi dengan menjelaskan konsep gut brain axis, yaitu hubungan yang saling berkesinambungan antara usus dan otak. Ia memaparkan bahwa gut microbiota yang berkembang di usus besar memiliki peran signifikan dalam mempengaruhi kondisi otak, termasuk pada penderita Alzheimer.
Nisa kemudian memaparkan hasil penelitiannya selama di Thailand yang menggunakan Plara (terasi ikan khas Thailand) sebagai sumber peptida bioaktif. Produk fermentasi tradisional ini dikaji untuk melihat pengaruh kandungan peptida bioaktifnya terhadap kondisi pengidap Alzheimer. Dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa peptida bioaktif bekerja melalui tiga jalur utama menuju otak, yakni melalui sistem imun, intestinal barrier function, dan gut microbiota sebagai fokus utama pembahasan.
Tidak hanya itu, Nisa juga menjelaskan bahwa gut microbiota menghasilkan metabolit seperti short-chain fatty acid (SCFA) dan tryptophan yang dialirkan melalui pembuluh darah menuju otak. Ia menegaskan bahwa peptida bioaktif berpotensi menjadi solusi berbasis pangan untuk membantu mencegah penumpukan protein amyloid beta yang menghambat komunikasi di sistem saraf pusat bagi pengidap Alzheimer.
Global Guest Series ini menjadi bukti bahwa Prodi Tekpang UAI tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu di dalam kelas, tetapi juga membuka jendela terhadap perkembangan riset pangan dan kesehatan di tingkat internasional. Mari bergabung bersama UAI di penerimaan.uai.ac.id sekarang juga.





